
Studi ungkap Sungai Kuning modern mulai terbentuk 1,25 juta tahun lalu

Foto dari udara yang diabadikan pada 10 Agustus 2022 ini menunjukkan sebuah bagian koridor ekologi di sepanjang Sungai Kuning di Kota Sanmenxia, Provinsi Henan, China tengah. (Xinhua/Li An)
Sanmenxia, sebagai ngarai terakhir di sepanjang aliran utama Sungai Kuning, memainkan peran kunci dalam studi tentang pembentukan dan evolusi sistem Sungai Kuning.
Jakarta (Indonesia Window) – Para peneliti China menemukan bahwa Sungai Kuning modern mulai terbentuk 1,25 juta tahun lalu, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Science Bulletin.Penelitian tentang sejarah terbentuknya Sungai Kuning dan mekanisme pendorongnya dapat memberikan bukti penting untuk membantu kita memahami bagaimana interaksi antara struktur dan iklim membentuk pola lingkungan geografis China, kata Wang Xin, seorang profesor di Universitas Lanzhou.Dia mengatakan bahwa Sanmenxia, sebagai ngarai terakhir di sepanjang aliran utama Sungai Kuning, memainkan peran kunci dalam studi tentang pembentukan dan evolusi sistem Sungai Kuning.Sebuah tim peneliti dari universitas tersebut, bersama dengan Institut Geologi di bawah Administrasi Gempa Bumi China (China Earthquake Administration/CEA), Pusat Pemantauan dan Penerapan Pertama di bawah CEA, Universitas Shimane, dan Universitas Geosains China (Wuhan), melakukan pengeboran lingkungan dan penelitian kolaboratif di pusat cekungan Sanmenxia.Mereka memperoleh data sedimentologi, data geokronologi, dan data sumber dari sebuah pusat pengeboran dekat Sanmenxia dan menyimpulkan bahwa endapan saluran sungai yang khas, dengan detritus dari Blok Ordos di daerah hulu, mulai terakumulasi di Sanmenxia 1,25 juta tahun silam.Para peneliti juga mengusulkan bahwa percepatan penurunan tingkat permukaan laut eustatik selama transisi Pleistosen Tengah ini mungkin memainkan peran sepenting tektonisme dalam mendorong kelahiran dan evolusi Sungai Kuning modern.Penelitian ini memberikan perspektif baru untuk studi sejarah evolusi dan model perkembangan sistem air sungai-sungai besar di seluruh dunia.Sumber: XinhuaLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Kemenristek buat inovasi untuk ‘testing, tracing, treatment’
Indonesia
•
12 Oct 2020

Arab Saudi sukses luncurkan satelit ‘Shams’
Indonesia
•
06 Apr 2026

Iran mulai pembangunan PLTN baru
Indonesia
•
04 Dec 2022

AS luncurkan uji klinis obat oral pada manusia untuk hilangkan kontaminasi radioaktif
Indonesia
•
16 May 2023


Berita Terbaru

Protein yang selama ini lawan kanker ternyata bisa bantu sel kanker bertahan
Indonesia
•
15 Aug 2026

Telaah – Tiga gempa dahsyat guncang Amerika Selatan, benarkah kawasan ini makin aktif?
Indonesia
•
15 Aug 2026

Gigitan nyamuk bisa jadi ‘booster’ alami untuk cegah malaria, studi ungkap harapan baru
Indonesia
•
15 Aug 2026

Feature – ‘Smartwatch’ dan gaya hidup berbasis data, mengapa makin diminati di Indonesia?
Indonesia
•
15 Aug 2026
