
PM Kamboja sebut RCEP perkuat integrasi regional ASEAN

Seorang petani melakukan pembersihan awal untuk durian yang baru dipanen di sebuah kebun durian di Provinsi Dak Lak, Vietnam, pada 15 September 2023. (Xinhua/Hu Jiali)
Kawasan ASEAN menawarkan lanskap investasi menarik yang ditandai dengan dinamisme ekonomi yang kuat dan komitmen yang teguh terhadap kemitraan ekonomi dan integrasi regional.
Phnom Penh, Kamboja (Xinhua/Indonesia Window) – Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) telah memperkuat integrasi regional Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan membina hubungan ekonomi yang saling menguntungkan, ujar Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Manet pada Kamis (6/3).Didorong oleh perdagangan intra-ASEAN dan antar-ASEAN yang kuat serta lingkungan yang proinvestasi, ASEAN memosisikan diri sebagai pusat strategis untuk arus modal global, tutur Hun Manet kepada sekitar 600 partisipan dalam upacara pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bisnis Kamboja-ASEAN 2025 di Phnom Penh.Kawasan ASEAN menawarkan lanskap investasi menarik yang ditandai dengan dinamisme ekonomi yang kuat dan komitmen yang teguh terhadap kemitraan ekonomi dan integrasi regional, urainya.“Keberhasilan ASEAN dalam menavigasi lanskap kemitraan ekonomi terlihat jelas dalam jaringan perjanjian perdagangan bebasnya yang komprehensif dengan ekonomi-ekonomi utama," imbuh Hun Manet.RCEP, yang mulai berlaku pada 2022, beranggotakan 15 negara Asia Pasifik yang meliputi 10 negara anggota ASEAN, yakni Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam, serta lima mitra dagang mereka, yaitu China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru."Ratifikasi RCEP semakin mengukuhkan komitmen ASEAN yang tak tergoyahkan untuk memperdalam integrasi regional dan membina hubungan ekonomi yang saling menguntungkan," papar Hun Manet."Nilai dan keberhasilan kami bertumpu pada multilateralisme dan konsensus dengan model satu visi, satu identitas, dan satu komunitas," urainya.Selain itu, pemimpin Kamboja tersebut menyampaikan bahwa sebagai negara anggota Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO), Kamboja menunjukkan komitmen yang kuat terhadap perdagangan yang transparan dan adil."Kami berfokus untuk mewujudkan komunitas ekonomi yang dinamis dan terintegrasi melalui liberalisasi dan pemfasilitasan perdagangan yang kuat," ujar Hun Manet.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Provinsi Guizhou di China targetkan ekonomi digital tembus 1 triliun yuan pada 2024
Indonesia
•
25 Jan 2024

Koridor perdagangan darat-laut luncurkan kereta kargo khusus Tahun Baru Imlek
Indonesia
•
07 Jan 2023

Uni Eropa pertimbangkan larangan minyak Rusia karena minyak melonjak
Indonesia
•
22 Mar 2022

Keputusan OPEC+ pengaruhi harga minyak mentah Indonesia
Indonesia
•
05 Sep 2020


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
