
Kapal kontainer pintar bertenaga listrik, terbesar di dunia, mulai beroperasi di China

Kapal kontainer pintar bertenaga listrik, terbesar di dunia, mulai beroperasi di China
Kapal kontainer pintar bertenaga listrik terbesar di dunia dilengkapi dengan 10 baterai dalam kontainer (containerized battery) dengan total kapasitas sekitar 20.000 kWh dan ditenagai oleh dua motor propulsi sinkron bermagnet permanen 875 kW. Kapal ini akan mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 1.462 ton setiap tahunnya, mencapai emisi nol, kebisingan nol, dan polusi nol selama pengoperasiannya.
Hangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Kapal kontainer pintar bertenaga listrik murni kelas 10.000 ton pertama China, yang juga terbesar dari jenisnya di dunia, memulai operasi komersial pada Rabu (15/4) sore waktu setempat, menandai fase baru dalam pengembangan hijau dan bertenaga listrik di sektor pengiriman kontainer laut negara tersebut.
Kapal ‘Ning Yuan Dian Kun’ bertolak dari Pelabuhan Ningbo-Zhoushan menuju Pelabuhan Jiaxing, keduanya terletak di Provinsi Zhejiang, China timur. Jalur pelayaran yang sibuk ini, yang biasanya dilalui kapal-kapal bertenaga bahan bakar fosil, kini jelas telah beralih ke elektrifikasi.
Dikembangkan dan dirancang secara independen oleh Institut Desain dan Penelitian Kapal Dagang Shanghai serta dilengkapi dengan sistem propulsi berbasis listrik penuh, kapal ini menawarkan emisi nol karbon, pengoperasian pintar, dan efisiensi tinggi.
Kapal ini memiliki panjang 127,8 meter dan lebar 21,6 meter, dengan kedalaman sarat kapal (design draft) 6,2 meter. Kapal ini dapat mengangkut 742 TEU (twenty-foot equivalent unit), ukuran kontainer standar.
Kapal ini dilengkapi dengan 10 baterai dalam kontainer (containerized battery) dengan total kapasitas sekitar 20.000 kWh dan ditenagai oleh dua motor propulsi sinkron bermagnet permanen 875 kW. Kapal ini akan mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 1.462 ton setiap tahunnya, mencapai emisi nol, kebisingan nol, dan polusi nol selama pengoperasiannya.
Dari segi pengoperasian pintar, kapal ini dilengkapi dengan sistem navigasi dan mesin pintar, yang memungkinkan penghindaran tabrakan secara otonomos, pelacakan berpresisi tinggi, dan kontrol terintegrasi antara kapal, pantai, dan komputasi awan (ship-shore-cloud control). Kapal ini mengadopsi sistem pengisian daya mode ganda yang menggabungkan daya listrik tegangan tinggi dari pantai dan pertukaran kontainer yang cepat, sehingga memastikan pengisian energi yang efisien dan fleksibel.
Desain dek terbuka pada kapal meningkatkan efisiensi penanganan kargo, sementara bentuk haluannya yang mengurangi hambatan angin mampu memangkas resistansi udara sebesar 15 hingga 20 persen.
Aksara Mandarin ‘Kun’ pada nama kapal tersebut berasal dari kitab klasik China kuno ‘Zhuangzi’, yang merujuk pada ikan mitos raksasa. Kapal kembarannya, ‘Ning Yuan Dian Peng’, dengan ‘Peng’ yang berarti burung raksasa dari kitab yang sama, dijadwalkan akan melaksanakan uji coba pelayaran di laut pada Mei dan penyerahan kapal pada Juni. Setelah kedua kapal itu beroperasi, mereka akan membentuk operasi pelayaran hijau berskala besar pada rute tetap.
"Proyek ini menunjukkan komitmen kami pada transformasi hijau industri pelayaran dan target karbon ganda China," kata Chen Xiaofeng, chairman Ningbo Ocean Shipping Co., Ltd., operator kedua kapal tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 - Ilmuwan Taiwan kembangkan alat uji cepat untuk kasus parah
Indonesia
•
01 Jul 2020

COVID-19 – Ahli: Koktail antibodi efektif pada tahap awal
Indonesia
•
03 Nov 2020

Tim arkeolog China temukan tiga situs tungku kuno di Mongolia Dalam
Indonesia
•
20 Dec 2025

China pimpin pengajuan paten hijau global dengan pangsa lebih dari 50 persen
Indonesia
•
09 Aug 2024


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
