
Jubir Kemenlu China: AS biarkan Eropa tanggung konsekuensi krisis

Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Zhao Lijian. (Xinhua)
UU Pengurangan Inflasi AS dianggap merugikan negara-negara sahabatnya oleh beberapa pemimpin dan pejabat Eropa, karena dapat mengakibatkan pengalihan investasi masa depan yang signifikan dari Eropa.
Beijing, China (Xinhua) – Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Zhao Lijian pada Jumat (2/12) mengatakan Amerika Serikat (AS) telah membiarkan Eropa, yang merupakan sekutunya, menanggung konsekuensi dalam krisis yang terjadi.Zhao menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers ketika diminta untuk mengomentari kritik dari Presiden Prancis Emmanuel Macron terhadap Undang-Undang (UU) Pengurangan Inflasi serta UU CHIPS dan Sains yang diluncurkan oleh AS, yang menurut Macron akan "memecah belah negara-negara Barat" sekaligus menciptakan perbedaan antara AS dan Eropa.Zhao mengatakan bahwa UU AS tersebut, yang dirancang untuk memenuhi kepentingan AS, tidak menunjukkan rasa hormat terhadap negara-negara lain, bahkan negara-negara yang disebut oleh AS sebagai sekutu dan mitranya."Ini merupakan contoh lain dari pendekatan 'America-first' AS yang bersifat menguasai," ujarnya.Belakangan ini, beberapa pemimpin dan pejabat Eropa mengatakan bahwa AS tidak seharusnya menggunakan UU Pengurangan Inflasi dengan cara yang merugikan negara-negara sahabatnya karena dapat mengakibatkan pengalihan investasi masa depan yang signifikan dari Eropa."AS menyebut Eropa sebagai sekutu penting. Namun, pada kenyataannya, AS membiarkan Eropa menanggung konsekuensi dalam krisis ini," kata Zhao, seraya mengatakan bahwa di saat AS mengambil keuntungan dari krisis Ukraina, Eropa justru menderita akibat inflasi yang tinggi dan melonjaknya harga energi."Bahkan hingga hari ini, Eropa masih berupaya membereskan kekacauan yang disebabkan oleh AS di Suriah, Afghanistan, dan Irak," imbuhnya.Mengutip komentar dari media Eropa yang mempertanyakan mengapa perdamaian dan kemakmuran Eropa harus bergantung pada kepentingan AS, Zhao mengatakan itu memang pertanyaan yang perlu ditanggapi dengan serius oleh Eropa dan seluruh dunia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

ZTE borong 3 penghargaan Selular Awards 2026, perkuat inovasi teknologi jaringan di Indonesia
Indonesia
•
11 Jun 2026

Pfizer rugi pada Q3 2023 di tengah menurunnya penjualan produk terkait COVID-19
Indonesia
•
01 Nov 2023

Presiden Mesir sebut pendapatan Terusan Suez turun 40-50 persen sejak perang Gaza
Indonesia
•
21 Feb 2024

Feature – Dari kapal Cheng Ho ke jalan tol, bagaimana hubungan Indonesia-China terus berlanjut?
Indonesia
•
27 Aug 2026


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
