Jepang bukukan defisit perdagangan terbesar pada 2022 saat yen melemah

Foto yang diabadikan pada 20 April 2022 ini menunjukkan uang kertas yen Jepang dan dolar AS di Tokyo, Jepang. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Defisit perdagangan tahunan Jepang pada 2022 tercatat sebesar 19,97 triliun yen, menandai defisit terbesar selama periode setahun sejak data pembanding mulai tersedia pada 1979.
Tokyo, Jepang (Xinhua) – Jepang membukukan defisit perdagangan tahunan terbesarnya sejak pencatatan dimulai pada 2022 di saat lonjakan harga energi dan bahan mentah semakin diperparah oleh melemahnya mata uang yen, demikian disampaikan oleh pemerintah Jepang dalam laporannya pada Kamis (19/1).Menurut Kementerian Keuangan Jepang, negara tersebut mencatat defisit sebesar 19,97 triliun yen pada 2022, menandai defisit terbesar selama periode setahun sejak data pembanding mulai tersedia pada 1979.Impor dalam periode pencatatan tersebut melonjak 39,2 persen ke rekor tertinggi sebesar 118,16 triliun yen, sementara ekspor mengalami kenaikan tertinggi sebesar 8,2 persen menjadi 98,19 triliun yen, menurut laporan awal kementerian itu.
Seorang pria berdiri di depan papan elektronik yang menunjukkan indeks saham di Tokyo, Jepang, pada 28 September 2020. (Xinhua/Du Xiaoyi)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

MarketWatch: Inflasi pangan tetap tinggi di AS dan Eropa
Indonesia
•
06 Aug 2022

PDB AS tunjukkan pertumbuhan kuartal pertama 2023 yang lebih lambat
Indonesia
•
28 Apr 2023

Pengiriman Gigafactory Tesla di Shanghai naik 35 persen pada Maret 2023
Indonesia
•
06 Apr 2023

Shenzhen di China akan catatkan rekor skala pameran terbesar pada 2023
Indonesia
•
17 Feb 2023
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
