
Feature – Perang lumpuhkan sistem perbankan Gaza, perburuk penderitaan ekonomi

Warga Palestina terlihat di antara puing-puing setelah serangan udara Israel di daerah Sheikh Radwan, sebelah barat laut Gaza City, pada 6 Agustus 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Jalur Gaza mengalami blokade yang semakin ketat, termasuk larangan masuknya uang tunai, terutama shekel Israel, yang digunakan dalam sebagian besar transaksi sehari-hari.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Di bawah terik matahari dan di tengah perang yang melanda di sekelilingnya, Abdullah Abed Rabbuh berkeliling di gang-gang yang hancur di bagian barat Gaza City, bukan untuk mencari tempat berlindung atau makanan, melainkan hanya untuk mendapatkan gajinya sendiri. Setelah berjam-jam berjalan, yang dia temukan hanyalah para calo yang meminta lebih dari setengah gajinya."Saya berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tapi semuanya mengambil lebih dari setengah gaji sebagai komisi," katanya kepada Xinhua sembari mengusap keringat di dahinya. "Bagaimana mungkin seseorang harus membayar 55 persen hanya untuk mendapatkan uangnya? Saya bahkan tidak bisa membeli tepung untuk anak-anak saya hari ini."Seperti puluhan ribu warga Palestina di kantung pesisir tersebut, Abed Rabbuh terjebak dalam krisis keuangan yang disebabkan oleh hampir runtuhnya sistem perbankan di tengah serangan militer Israel yang terus berlanjut.
Orang-orang terlihat di pasar utama Deir al-Balah, wilayah tengah Gaza, di tengah kelangkaan uang tunai dan ketidakmampuan masyarakat untuk membeli bahan makanan pokok akibat harga yang tinggi, pada 19 Desember 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Seorang pria Palestina memperbaiki uang kertas yang rusak di Kota Khan Younis, wilayah selatan Jalur Gaza, pada 30 September 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pengusaha F & B Bogor bangun jejaring bisnis di acara ‘kopdar’ KPMI
Indonesia
•
14 Jan 2024

Boeing prediksikan permintaan 8.485 pesawat komersial baru dari China selama 20 tahun ke depan
Indonesia
•
28 Oct 2022

NYT: Dolar yang kuat baik bagi AS, buruk bagi dunia
Indonesia
•
30 Sep 2022

Profesor Universitas Harvard raih Penghargaan Nobel Ekonomi 2023
Indonesia
•
11 Oct 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
