
Serangan udaranya tewaskan staf PBB, Israel tolak bertanggung jawab

Orang-orang terlihat di dekat bangunan yang hancur akibat bombardir Israel di lingkungan Sabra, sebelah selatan Gaza City, pada 19 Maret 2025. Sedikitnya 25 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka pada Rabu (19/3) dalam pengeboman Israel terhadap sebuah rumah di lingkungan Sabra, Gaza City, menurut sumber-sumber Palestina. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Israel kembali melancarkan operasi militer di Gaza, menewaskan lebih dari 400 warga Palestina tewas sejak Selasa (18/3), termasuk sedikitnya 170 anak-anak dan 80 wanita.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Israel pada Rabu (19/3) menyatakan "dukacita" atas tewasnya seorang staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berkebangsaan Bulgaria dalam serangan terhadap wisma PBB di Deir al-Balah, Gaza, namun mengatakan investigasi awal tidak menemukan keterlibatan Israel dalam insiden tersebut.PBB mengatakan staf tersebut, yang bekerja di Kantor PBB untuk Pelayanan Proyek (UN Office for Project Services/UNOPS), tewas ketika dua fasilitas PBB diserang. Lima personel lainnya mengalami cedera serius.Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Oren Marmorstein mengatakan investigasi awal "tidak menemukan hubungan" antara operasi militer Israel dengan serangan tersebut."Kondisi dari insiden tersebut sedang diselidiki," katanya, seraya menambahkan bahwa Israel memfasilitasi evakuasi jenazah korban dan korban luka-luka dari lokasi kejadian.Para korban luka akan menerima perawatan di rumah sakit Israel, katanya dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk serangan itu sebagai pelanggaran hukum internasional. "Semua lokasi bangunan PBB telah diketahui oleh pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, yang berkewajiban untuk melindungi tempat-tempat tersebut," ujar seorang juru bicara PBB dalam sebuah pernyataan.Guterres menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Lebih lanjut dia mengatakan kematian tersebut telah menambah jumlah staf PBB yang tewas di Gaza sejak 7 Oktober 2023 menjadi sedikitnya 280 orang."Bangunan-bangunan itu telah diketahui dengan baik oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) dan mereka 'tidak terlibat dalam konflik'," kata kepala UNOPS Jorge Moreira da Silva. Dia menambahkan bahwa sudah jelas ada personel PBB di dalamnya pada saat itu."Ini bukan kecelakaan, ini insiden," ujarnya kepada para reporter, seraya mengatakan informasi tambahan sedang dikumpulkan.
Seorang gadis cilik Palestina mengungsi dari lingkungan Shuja'iyya, sebelah timur Gaza City, pada 19 Maret 2025. Puluhan keluarga Palestina meninggalkan rumah mereka di berbagai daerah di Gaza pada Rabu (19/3) setelah tentara Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru, dan memperingatkan akan adanya operasi militer yang lebih intensif. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Mesir terima warga Gaza cedera dan pemegang paspor asing via perlintasan Rafah
Indonesia
•
02 Nov 2023

Menlu AS dan menantu Trump jadi anggota dewan perdamaian Gaza yang dipimpin Trump
Indonesia
•
17 Jan 2026

Kompetisi Al-Qur'an King Abdulaziz Saudi 2022 digelar September
Indonesia
•
28 Jan 2022

Fokus Berita – Warga AS langsung terdampak di hari pertama ‘shutdown’ pemerintahan
Indonesia
•
03 Oct 2025


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
