
Studi: Isolasi sosial atau kesepian berkepanjangan percepat penurunan kognitif

Sejumlah warga lanjut usia (lansia) yang menderita gangguan kognitif menikmati kopi di Pusat Rehabilitasi Kognitif Hetong di Tianjin, China utara, pada 17 April 2023. (Xinhua)
Isolasi sosial atau kesepian berkepanjangan dapat mempercepat penurunan kognitif dan memicu risiko gangguan kognitif yang lebih tinggi.
Beijing, China (Xinhua) – Para peneliti China baru-baru ini menemukan bahwa isolasi sosial atau kesepian berkepanjangan dapat mempercepat penurunan kognitif dan memicu risiko gangguan kognitif yang lebih tinggi.Isolasi sosial adalah ketiadaan kontak sosial secara objektif dan berkurangnya jejaring sosial. Sebaliknya, kesepian mewakili penilaian subjektif tentang bagaimana individu menemukan kepuasan dalam hubungan sosial mereka.Hal ini berkaitan dengan apakah seseorang tinggal sendirian, dan apakah mereka sering bertemu dengan teman dan keluarganya atau terlibat dalam aktivitas sosial atau komunitas. Hal ini terpisah dari kesepian – yang lebih berkaitan dengan perasaan seseorang terhadap keadaannya.Para peneliti dari Southern Medical University dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China mengkaji hubungan antara perubahan dalam isolasi sosial, rasa kesepian, atau keduanya, dengan fungsi kognitif pada warga lanjut usia (lansia).Mereka menganalisis data dari 7.299 warga lansia dalam Chinese Longitudinal Healthy Longevity Survey dan mendefinisikan empat pola perubahan untuk isolasi sosial dan rasa kesepian, yakni tidak ada perubahan, insidental, transien, dan persisten.Mereka menemukan bahwa social isolation yang bersifat insidental, transien, dan persisten berkaitan dengan percepatan penurunan kognitif dan risiko gangguan kognitif yang lebih tinggi. Sementara kesepian yang berkepanjangan berkaitan dengan percepatan penurunan kognitif dan risiko gangguan kognitif yang lebih tinggi.Social isolation jangka pendek atau berkepanjangan yang disertai dengan status perubahan rasa kesepian yang berbeda mempercepat penurunan kognitif dan risiko gangguan kognitif yang lebih tinggi.Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Alzheimer's & Dementia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Palestina kecam penggunaan kelaparan sebagai senjata oleh Israel di Gaza
Indonesia
•
18 Mar 2024

22 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Gaza
Indonesia
•
11 Nov 2024

Uni Eropa akan perketat aturan polusi udara dan air
Indonesia
•
27 Oct 2022

Tembakau bertanggung jawab atas 20 persen kematian akibat jantung koroner
Indonesia
•
22 Sep 2020


Berita Terbaru

Surat dari Timur Tengah: Tanah Air dirampas, Tatreez menjaga ingatan Palestina tetap hidup
Indonesia
•
08 Sep 2026

2.500 lebih personel penyelamat dikerahkan ke pelabuhan Gyirong yang dilanda tanah longsor di Xizang China
Indonesia
•
07 Sep 2026

China perkuat respons bencana Nepal dengan data satelit dan bantuan kemanusiaan
Indonesia
•
06 Sep 2026

Dari pertukaran berita hingga jurnalis, Forum Shenzhen dorong kolaborasi media
Indonesia
•
06 Sep 2026
