
Raksasa produk susu China Yili raih penghargaan berkat praktik inovasi

Foto yang diabadikan 29 Oktober ini menunjukkan Gerrit Smit, seorang pakar di Pusat Inovasi Yili Eropa, sedang memegangi Global Water Drinks Award atas nama Yili Group China dalam Kongres Minuman Global (Global Water Drinks Congress) 2024 yang digelar di Frankfurt, Jerman. (Xinhua/Du Zheyu)
INIKIN menggunakan tutup botol yang unik untuk menjaga bubuk teh yang telah melalui proses pengeringan beku (freeze-drying) tetap terpisah dari air, tanpa bahan aditif apa pun. Metode ini mempertahankan rasa autentik dari teh yang berkualitas tinggi. Hanya dengan memutar tutup dan mengocok botolnya, sebotol teh segar pun siap diminum dalam tiga detik.
Frankfurt, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Seberapa cepat seseorang dapat membuat secangkir teh yang segar dan nikmat? Bagi raksasa produk susu asal China, Yili, jawabannya adalah cukup tiga detik saja.Melalui produk inovatifnya, yakni INIKIN Brewed Tea, Yili membuat proses yang kilat itu menjadi mungkin. Yili pun meraih pengakuan global dengan memenangkan penghargaan minuman bergengsi pada Selasa (29/10) malam waktu setempat. Pencapaian tersebut diumumkan dalam Kongres Minuman Global (Global Water Drinks Congress) ke-21 yang digelar di Frankfurt selama tiga hari dan ditutup pada Rabu (30/10). Berkat pencapaian itu, Yili pun menuai pujian dari para pakar industri dan penggemar teh di seluruh dunia.
Foto yang diabadikan 30 Oktober ini menunjukkan Gerrit Smit (kiri), seorang pakar di Pusat Inovasi Yili Eropa, sedang memperkenalkan sebuah produk kepada seorang partisipan dalam Kongres Minuman Global (Global Water Drinks Congress) 2024 yang digelar di Frankfurt, Jerman. (Xinhua/Du Zheyu)
Sebuah robot terlihat sedang menata boks-boks susu di sebuah basis produksi susu milik Inner Mongolia Yili Industrial Group Co., Ltd. di Hohhot, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, pada 11 Februari 2020. (Xinhua/Li Zhipeng)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Singapura minta platform media sosial respons lebih cepat konten berbahaya
Indonesia
•
06 Mar 2025

Ilmuwan Rusia temukan fosil mammoth berusia 1 juta tahun
Indonesia
•
20 Aug 2020

NIPA: China miliki hampir 5 juta paten penemuan yang valid
Indonesia
•
17 Jan 2024

Sebuah studi baru temukan perbedaan dampak ‘long COVID’ pada remaja dan anak-anak
Indonesia
•
23 Aug 2024


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
