Pemerintah naikan harga BBM Pertalite jadi 10.000 rupiah per liter

Harga Pertalite
Masyarakat mengantre BBM di sebuah SPBU di Bogor, Jawa Barat, pada 29 Agustus 2022. (Indonesia Window)
Advertiser Popin

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang sebelumnya 7.650 rupiah per liter telah disesuaikan menjadi 10.000 rupiah per liter dan harga solar bersubsidi yang sebelumnya 5.150 rupiah per liter menjadi 6.800 rupiah per liter.

 

Jakarta (Indonesia Window) – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang sebelumnya 7.650 rupiah per liter telah disesuaikan menjadi 10.000 rupiah per liter dan harga solar bersubsidi yang sebelumnya 5.150 rupiah per liter menjadi 6.800 rupiah per liter.

Selain itu, harga BBM jenis Pertamax (nonsubsidi) juga mengalami penyesuaian, dari 12.500 rupiah per liter menjadi 14.500 rupiah per liter, kata Menteri ESDM Arifin Tasrif setelah pengumuman resmi kenaikan BBM disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka Jakarta, Sabtu.

Menteri ESDM menyampaikan, penyesuaian harga BBM tersebut berlaku mulai 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.

“Ini berlaku satu jam sejak saat diumumkannya penyesuaian harga ini, jadi akan berlaku pada pukul 14.30 WIB,” jelas Arifin.

Menurut kepala negara, pengalihan subsidi BBM tersebut bertujuan agar subsidi yang diberikan pemerintah lebih tepat sasaran.

“Lebih dari 70 persen subsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu, yaitu pemilik mobil-mobil pribadi. Mestinya, uang negara itu harus diprioritaskan untuk memberikan subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu,” ujar presiden.

Di tengah lonjakan harga global, pemerintah telah berupaya untuk menekan harga BBM agar tetap terjangkau oleh masyarakat.

Anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 pun telah meningkat tiga kali lipat dari 152,5 triliun rupiah menjadi 502,4 triliun rupiah.

“Saat ini pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM, sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian,” ujarnya.

Dengan pengalihan subsidi BBM ini, pemerintah menambahkan bantalan sosial bagi masyarakat. Pertama, Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM dengan total nilai 12,4 triliun rupiah. “Diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu, sebesar 150.000 rupiah per bulan, dan mulai diberikan bulan September selama empat bulan,” ujar Jokowi.

Pemerintah juga menyalurkan Bantuan Subsidi Gaji/Upah (BSU) dengan alokasi anggaran sebesar 9,6 triliun rupiah yang diperuntukkan bagi 16 juta pekerja.

“Pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar 9,6 triliun rupiah untuk 16 juta pekerja dengan gaji maksimum 3,5 juta rupiah per bulan dalam bentuk Bantuan Subsidi Upah, yang diberikan sebesar 600.000 rupiah,” ujarnya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga telah meminta pemerintah daerah untuk menggunakan dua persen Dana Transfer Umum (DTU) sebesar 2,17 triliun rupiah untuk bantuan angkutan umum, bantuan ojek online, dan untuk nelayan.

“Pemerintah berkomitmen agar penggunaan subsidi yang merupakan uang rakyat harus tepat sasaran. Subsidi harus lebih menguntungkan masyarakat yang kurang mampu,” pungkasnya.

Turut mendampingi Presiden saat memberikan pernyataan pers adalah Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sosial Tri Rismaharini, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Laporan: Redaksi

Advertiser Popin

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here