
IATA perkirakan prospek positif industri maskapai penerbangan global pada 2025

Para penumpang mengecek papan elektronik di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Provinsi Bali pada 14 November 2024. (Xinhua/Dicky Bisinglasi)
Industri maskapai penerbangan global pada 2025 memperkirakan sedikit peningkatan profitabilitas di tengah banyaknya tantangan biaya dan rantai pasokan yang sedang dihadapi.
Jenewa, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Industri maskapai penerbangan global pada 2025 memperkirakan sedikit peningkatan profitabilitas di tengah banyaknya tantangan biaya dan rantai pasokan yang sedang dihadapi, kata Asosiasi Transportasi Udara Internasional (International Air Transport Association/IATA) pada Selasa (10/12), menyoroti beberapa hal positif seperti harga minyak yang lebih rendah dan konektivitas yang meningkat.Laba bersih diprediksi mencapai 36,6 miliar dolar AS pada 2025 dengan margin laba bersih 3,6 persen, sedikit meningkat dari laba bersih 31,5 miliar dolar AS (margin laba bersih 3,3 persen) pada 2024, ungkap IATA dalam sebuah pernyataan.Laba bersih rata-rata per penumpang diperkirakan menjadi 7,0 dolar AS pada 2025, naik dari 6,4 dolar AS pada 2024, sebut IATA, seraya menambahkan bahwa laba operasional industri maskapai diperkirakan mencapai 67,5 miliar dolar AS pada 2025, dengan margin operasional bersih sebesar 6,7 persen.Total pendapatan industri diperkirakan mencapai 1,007 triliun dolar AS, naik 4,4 persen dari total pendapatan 2024, dengan jumlah pengeluaran diperkirakan tumbuh 4,0 persen menjadi 940 miliar dolar AS. IATA menyebutkan bahwa ini akan menjadi kali pertama pendapatan industri menyentuh angka 1 triliun dolar AS.
Sejumlah staf bandara menurunkan muatan pesawat kargo di Bandar Udara Internasional Xinzheng di Zhengzhou, Provinsi Henan, China tengah, pada 1 Agustus 2023. (Xinhua/Li Jianan)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Australia tidak akan kirim kapal angkatan laut ke Selat Hormuz
Indonesia
•
17 Mar 2026

Konsumsi gas alam China naik pada Oktober 2022
Indonesia
•
05 Dec 2022

Singapura catat pertumbuhan ekonomi 2,9 persen pada Q2 2024
Indonesia
•
15 Aug 2024

Harga gas di Eropa turun, tapi tantangan tetap membayangi
Indonesia
•
09 Jan 2023


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
