
Indonesia terima keketuaan MIKTA dari Turkiye

Indonesia menerima estafet keketuaan MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia) dari Turki dalam pertemuan MIKTA di New Delhi, India, pada 2 Maret, 2023. (Kementerian Luar Negeri RI)
Keketuaan MIKTA Indonesia juga bersamaan dengan keketuaan negara tersebut di ASEAN. MIKTA dan ASEAN diharapkan dapat menjadi ‘jembatan’ dan ‘kekuatan positif’ di kancah politik global.
Jakarta (Indonesia Window) – Indonesia menerima estafet keketuaan MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turkiye, Australia) dari Turkiye dalam pertemuan forum tersebut di New Delhi, India (2/3), dan dengan serah terima tersebut, Indonesia akan menjadi ketua MIKTA hingga satu tahun ke depan.Dalam sambutannya saat serah terima keketuaan tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menyampaikan tiga prioritas keketuaan MIKTA Indonesia, kata Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataan tertulisnya yang diterima oleh Indonesia Window pada Kamis.Pertama adalah penguatan multilateralisme yang saat ini sedang berada di bawah tekanan, dan kerenanya MIKTA harus menjadi yang terdepan dalam menjaga multilateralisme guna mendorong keamanan, stabilitas, dan kemakmuran bersama.“Indonesia percaya bahwa multilateralisme merupakan cara terbaik untuk memastikan semua negara berdiri sama tinggi dan mencegah kesewenang-wenangan pihak yang berkuasa,” kata Menlu Retno.Kedua adalah pemulihan yang inklusif, katanya, seraya menambahkan, negara berkembang terus menghadapi prospek yang suram karena berbagai tantangan global, sementara itu jika ini terus berlanjut, dunia tidak akan bisa benar-benar pulih, dan karenanya, MIKTA harus mengkoordinasikan aksi untuk mewujudkan pemulihan global yang kuat dan inklusif.“Tujuan pembangunan berkelanjutan tetap menjadi agenda inti MIKTA yang diperkuat dengan dialog inklusif bersama mitra-mitra eksternal,” ujar menlu.Ketiga adalah transformasi digital, dan digitalisasi menjadi masa depan ekonomi MIKTA yang sejahtera, karena hal ini menciptakan peluang-peluang besar, namun sekaligus disertai tantangan-tantangan, seperti mis-informasi dan disinformasi, ungkap menlu.“Oleh karena itu, tahun ini MIKTA harus mengintensifkan upaya-upaya untuk membangun norma, berbagi best practices, dan menggalang respons kolektif,” menlu menambahkan.Keketuaan MIKTA Indonesia juga bersamaan dengan keketuaan negara tersebut di ASEAN (Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara). Menlu Retno menyampaikan harapan Indonesia agar MIKTA dan ASEAN dapat menjadi ‘jembatan’ dan ‘kekuatan positif’ di kancah politik global.Pertemuan MIKTA kali ini yang dilakukan di sela-sela rangkaian penyelenggaraan Pertemuan Menlu Negara-negara G20 di New Delhi, India, menghasilkan Joint Communiqué.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemerintah resmikan proyek pengembangan Lapangan Merakes senilai 1,3 miliar dolar AS
Indonesia
•
08 Jun 2021

Indonesia gali potensi kerja sama kelautan di Namibia
Indonesia
•
10 May 2022

COVID-19 – Indonesia inokulasi 24,81 juta dosis vaksin
Indonesia
•
25 May 2021

Pemerintah targetkan penanaman “food estate” mulai Oktober 2020
Indonesia
•
02 Sep 2020


Berita Terbaru

Masih dipertajam, ini tiga skema opsi kebijakan harmonisasi zakat-pajak
Indonesia
•
30 Aug 2026

Fokus Berita – PLTN di Indonesia makin dekat? Pakar mulai bicara soal risiko, teknologi hingga SDM
Indonesia
•
29 Aug 2026

Feature – Selamatkan warisan 180 tahun, UIN Ar-Raniry digitalisasi manuskrip Al-Qur’an Ulama Aceh
Indonesia
•
29 Aug 2026

Presiden luncurkan Program PLTS 100 GWp, targetkan pembangunan dalam tiga tahun
Indonesia
•
26 Aug 2026
