
Indonesia bidik perluasan pangsa pasar pangan di China lewat pameran di Wuhan

Sebanyak 17 perusahaan asal Indonesia berpartisipasi dalam pameran The 14th China Food Trade Fair 2026 pada 28-31 Maret 2026 di Wuhan International Expo Center, China. (Xinhua/Kementerian Perdagangan Republik Indonesia)
The 14th China Food Trade Fair diharapkan membuka pangsa pasar yang lebih luas bagi produk pangan asal Indonesia di pasar domestik China.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Sebanyak 17 perusahaan produk pangan asal Indonesia berpartisipasi dalam pameran The 14th China Food Trade Fair yang berlangsung pada 28-31 Maret di Wuhan, China. Pameran ini diharapkan membuka pangsa pasar yang lebih luas bagi produk pangan asal Indonesia di pasar domestik China.
"Pameran ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kekayaan sektor perikanan dan buah tropis Indonesia ke pasar global, khususnya China. Produk unggulan Indonesia memiliki potensi besar dan kami yakin mampu bersaing di pasar dunia," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Fajarini Puntodewi dalam keterangannya.
Sementara itu, Atase Perdagangan Indonesia di Beijing, Junita Syartika, mengatakan pameran di Wuhan ini membuka peluang yang lebih luas untuk menjangkau pembeli potensial di seluruh China karena letak strategis Wuhan sebagai pusat logistik di China tengah.
Paviliun Indonesia dalam pameran ini memiliki luas 90 meter persegi dan menampilkan buah tropis, rempah-rempah, porang, kopi, produk kelautan seperti boga bahari (seafood) dan karagenan, produk herbal seperti kratom dan spirulina, sarang burung walet, makanan olahan lainnya, serta jasa perbankan.
China telah menjadi negara tujuan utama ekspor Indonesia. Khusus untuk sektor pangan olahan, Indonesia telah mengekspor beragam produk seperti biskuit manis, pasta, hingga agar-agar buah, dengan nilai mencapai 386,5 juta dolar AS sepanjang tahun lalu.
*1 dolar AS = 16.993 rupiah
Sebagai bagian dari rangkaian promosi ini, Indonesia juga menggelar forum bisnis dan investasi di Wuhan pada 30 Maret, yang diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk membahas peluang perdagangan, penguatan rantai pasokan, serta pengembangan ekosistem industri bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Destatis: Ekspor dan impor Jerman naik pada 2022
Indonesia
•
03 Feb 2023

Pakar sebut pertumbuhan pesat perdagangan jasa tunjukkan ketahanan ekonomi China
Indonesia
•
05 Sep 2022

Eurostat: Inflasi zona euro diperkirakan turun jadi 2,4 persen pada Maret 2024
Indonesia
•
05 Apr 2024

Wawancara – Pemimpin bisnis sebut China sangat penting bagi Asia dalam hal pertumbuhan dan inovasi hijau
Indonesia
•
31 Mar 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping dorong kerja sama Global South
Indonesia
•
12 Sep 2026

Harga minyak WTI tembus 100 dolar AS per barel, konflik Timur Tengah Memanas
Indonesia
•
12 Sep 2026

Feature – Warga Xinglong minum lebih dari 200 cangkir kopi setahun saat industri kopi China tembus 928 triliun rupiah
Indonesia
•
12 Sep 2026

El Nino ancam inflasi Indonesia, harga beras hingga jagung diprediksi melonjak
Indonesia
•
10 Sep 2026
