
CEPA Indonesia-Kanada akan perluas peluang investasi dan perdagangan bagi kedua negara

Orang-orang mengunjungi fasilitas Smart Hydrogen Energy District (SHED) di University of British Columbia di Vancouver, British Columbia, Kanada, pada 12 Juni 2024. SHED, fasilitas pertama di Kanada yang menggabungkan energi air, surya, dan hidrogen di satu lokasi, diresmikan di kampus University of British Columbia di Vancouver pada Rabu (12/6). (Xinhua/Liang Sen)
Indonesia berhasil memiliki perjanjian perdagangan komprehensif dengan Kanada yang akan memperluas akses pasar untuk produk-produk Indonesia di Amerika Utara.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Indonesia dan Kanada menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) Indonesia-Kanada pada pembukaan Misi Perdagangan Kanada ke Indonesia pada Senin (2/12) di Jakarta.Penandatanganan itu dilakukan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia Budi Santoso bersama Menteri Promosi Ekspor, Perdagangan Internasional, dan Pembangunan Ekonomi Kanada Mary Ng."Setelah lebih dari 2,5 tahun, Indonesia berhasil memiliki perjanjian perdagangan komprehensif dengan Kanada yang akan memperluas akses pasar untuk produk-produk Indonesia di Amerika Utara," kata Mendag Budi.Selain perdagangan barang, CEPA juga memberikan perlakuan khusus untuk penyedia layanan Indonesia di sektor-sektor seperti bisnis, telekomunikasi, konstruksi, pariwisata, dan transportasi, sembari memudahkan akses investasi di berbagai sektor.Perjanjian itu juga mencakup komitmen mengenai kekayaan intelektual, e-commerce, persaingan bisnis, usaha kecil dan menengah (UKM), pemberdayaan perempuan, lingkungan, dan tenaga kerja.Dikatakan oleh Ng bahwa penandatanganan perjanjian ini menandai saat yang tepat bagi bisnis dan investor dari kedua negara untuk memperluas pasar mereka di Asia Tenggara maupun Amerika Utara.Menurut Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, total nilai perdagangan antara Indonesia dan Kanada meningkat 11,24 persen selama periode 2019-2023. Pada 2023, nilai perdagangan mencapai 3,4 miliar dolar AS. Sementara itu, nilai perdagangan dari Januari hingga September 2024 mencapai 2,6 miliar dolar AS, naik 4,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Pada 2023, ekspor utama Indonesia ke Kanada meliputi telepon, karet alam, tekstil, kertas, makanan olahan, sarang burung, minyak kelapa sawit, dan koper. Sementara itu, impor Indonesia dari Kanada mencakup gandum, pupuk, kedelai, dan pulp.Misi Perdagangan Kanada ke Indonesia, yang melibatkan lebih dari 180 perusahaan Kanada, juga berfungsi sebagai platform untuk memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara di berbagai sektor seperti pertanian, teknologi bersih, dan infrastruktur.*1 dolar AS = 15.905 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemerintah RI tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah jatuh pada 1 Maret 2025
Indonesia
•
28 Feb 2025

Indonesia, Afrika Selatan tandatangani MoU kota kembar
Indonesia
•
03 Feb 2023

Beragam produk teknologi cerdas China diminati pembeli Indonesia di pameran OCTF Jakarta
Indonesia
•
30 Nov 2023

Kuota haji Indonesia 2023 sebanyak 221 ribu tanpa batas usia
Indonesia
•
10 Jan 2023


Berita Terbaru

Kedubes Iran kecam AS, Israel atas serangan yang tewaskan 175 siswi tak berdosa
Indonesia
•
15 Mar 2026

Ramadan 1447H – Ketua Al-Bahjah Bogor: Perkuat aqidah, AI tantangan serius generasi muda Islam
Indonesia
•
14 Mar 2026

Presiden Prabowo serahkan lahan 90 ribu hektare di Sumatra untuk konservasi gajah
Indonesia
•
13 Mar 2026

Kemenag dorong optimalisasi ZIS jelang Idulfitri
Indonesia
•
13 Mar 2026
