
Ilmuwan China temukan spesies baru dinosaurus berbulu

Foto yang diabadikan pada 5 Desember 2025 ini menunjukkan jejak kaki dinosaurus di sebuah dinding batu di Kota Dujiangyan, Provinsi Sichuan, China barat daya. (Xinhua)
Spesies baru dinosaurus berbulu diperkirakan berasal dari sekitar 120 juta tahun lalu, memberikan bukti fisik baru untuk membantu mengungkap jalur evolusi penerbangan dinosaurus.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Para ilmuwan China berhasil mengidentifikasi spesies baru dinosaurus berbulu yang diperkirakan berasal dari sekitar 120 juta tahun lalu, memberikan bukti fisik baru untuk membantu mengungkap jalur evolusi penerbangan dinosaurus.
Fosil yang terawetkan dengan sangat baik ini, yang ditemukan di Provinsi Liaoning, China timur laut, masih mempertahankan cetakan jelas dari bulu-bulu lebat yang mengelilingi kerangkanya.
Studi tersebut, yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Vertebrata PalAsiatica, menunjukkan bahwa dinosaurus ini merupakan satu-satunya pennaraptoran, kelompok yang berkerabat dekat dengan burung modern, yang diketahui secara bersamaan mengembangkan bulu kaki yang besar dan bulu ekor berbentuk kipas yang sangat panjang. Dinosaurus ini memiliki sekitar 16 bulu ekor, yang agak mengingatkan pada bulu burung merak.
Tim peneliti telah mengklasifikasikan spesies baru tersebut ke dalam famili dromaeosaurid dari kelompok dinosaurus theropod, menjadikannya kerabat dekat dari Velociraptor dan Microraptor.
Para ilmuwan menyebut bahwa kombinasi morfologi unik ini, yang menampilkan bulu sayap anggota depan yang besar di samping bulu kaki dan ekor yang berkembang dengan baik, belum pernah terlihat pada dinosaurus mana pun yang ditemukan sebelumnya. Karakteristik yang belum pernah ada sebelumnya ini berfungsi sebagai "kunci emas" krusial untuk membuka misteri evolusi penerbangan dinosaurus dan melacak asal-usul burung modern.
Ketua tim peneliti Xu Xing, yang merupakan akademisi Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), secara resmi menamai spesies tersebut Changzhousaurus sinensis. Nama tersebut dipilih sebagai bentuk pengakuan bagi Changzhou, sebuah kota di Provinsi Jiangsu, China timur, atas upaya jangka panjangnya dalam mengintegrasikan popularisasi ilmu pengetahuan dinosaurus dengan pariwisata budaya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Spesies tumbuhan baru ditemukan di China barat baya
Indonesia
•
20 Jan 2024

Italia kehilangan 42 persen lebih air minum dari jaringan distribusinya pada 2022
Indonesia
•
25 Mar 2024

Jamur enoki, kaya protein dan senyawa bioaktif
Indonesia
•
27 Jun 2020

Studi: Melindungi ikan jadi kunci untuk cegah ledakan populasi bintang laut di Great Barrier Reef
Indonesia
•
02 Dec 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
