
Ibu pelaku penembakan di SMA Michigan AS dinyatakan bersalah

Foto tangkapan layar yang diambil dari streaming ABC7 New York menunjukkan Jennifer Crumbley memasuki ruang pengadilan. Putranya, Ethan Crumbley, yang saat insiden terjadi berusia 15 tahun, menewaskan empat siswa dan melukai tujuh orang lainnya di Sekolah Menengah Atas Oxford pada 30 November 2021 lalu. (Xinhua)
Ibu dari pelaku penembakan di sebuah sekolah menengah atas (SMA) yang terletak sekitar 72 kilometer sebelah utara Detroit, Negara Bagian Michigan, Amerika Serikat (AS), bersalah atas empat dakwaan pembunuhan tidak disengaja.
Chicago, AS (Xinhua) – Juri yang terdiri dari 12 orang pada Selasa (6/2) memutuskan bahwa ibu dari pelaku penembakan di sebuah sekolah menengah atas (SMA) yang terletak sekitar 72 kilometer sebelah utara Detroit, Negara Bagian Michigan, Amerika Serikat (AS), bersalah atas empat dakwaan pembunuhan tidak disengaja.Ini menandai pertama kalinya di AS orang tua dianggap bertanggung jawab secara pidana atas tindakan anak-anaknya, demikian dilansir media setempat pada Selasa.Ethan Crumbley, yang saat itu berusia 15 tahun, melepaskan tembakan di dalam sekolahnya, Sekolah Menengah Atas Oxford, pada 30 November 2021, menewaskan empat siswa dan melukai tujuh lainnya. Orang tua Ethan ditangkap setelah polisi melakukan pengejaran selama berhari-hari.Para juri di pengadilan Circuit Court Oakland County berunding selama 11 jam sebelum mencapai putusan tersebut. Jennifer Crumbley akan dijatuhi hukuman pada 9 April dan dapat menghadapi hukuman hingga 15 tahun penjara.Vonis ini juga menetapkan sidang atas suaminya, James, yang dijadwalkan dimulai pada 5 Maret. Saat ini, putra mereka Ethan menjalani hukuman seumur hidup atas kematian empat siswa dalam penembakan tersebut.Jaksa penuntut Michigan menggambarkan Jennifer Crumbley (45) sebagai seorang ibu yang lalai, yang mengabaikan indikasi bahwa putranya yang masih remaja sedang mengalami krisis, tidak pernah memberinya pertolongan, dan tetap membelikannya pistol kaliber 9 mm.Dalam vonis bersalah itu juri menilai Jennifer Crumbley menyimpan senjata api dan amunisi dengan cara yang memungkinkan pelaku penembakan memiliki akses ke senjata tersebut dan sangat lalai dalam tindakannya, seperti dilansir media setempat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sekjen PBB prihatin dengan banyaknya korban jiwa gempa Turkiye dan Suriah
Indonesia
•
07 Feb 2023

COVID-19 – Arab Saudi santuni keluarga tenaga kesehatan dari berbagai negara yang meninggal karena pandemik
Indonesia
•
28 Oct 2020

Udara beracun akibat kebakaran hutan Maui di AS pengaruhi kesehatan bertahun-tahun
Indonesia
•
08 Sep 2023

Lebih dari 500.000 pengungsi Palestina pulang ke Gaza bagian utara
Indonesia
•
30 Jan 2025


Berita Terbaru

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kampung Silat Betawi Rawa Belong diresmikan sebagai Kampung Budaya 2026
Indonesia
•
25 Oct 2026

7 orang hilang usai gedung bertingkat runtuh di Kenya, pencarian berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2026
