
China desak AS bereskan kerusakan hubungan bilateral akibat penyalahgunaan kekuatan

Foto yang diabadikan pada 24 September 2015 ini memperlihatkan bendera nasional China (kanan) dan Amerika Serikat serta bendera Washington DC di Constitution Avenue di Washington, ibu kota Amerika Serikat. (Xinhua/Bao Dandan)
Hubungan bilateral China-AS telah rusak akibat penyalahgunaan kekuatan oleh Amerika Serikat yang mencoreng dan menyerang China, menjatuhkan sanksi kepada perusahaan China dan terus memperparah situasi.
Beijing, China (Xinhua) – China mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menunjukkan ketulusan, memperbaiki kesalahan, mengakui serta membereskan kerusakan dalam hubungan bilateral China-AS yang disebabkan oleh penyalahgunaan kekuatannya, demikian dikatakan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin pada Rabu (22/2).Pernyataan itu disampaikan Wang pada taklimat media rutin sebagai tanggapan atas pertanyaan mengenai pernyataan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken belum lama ini perihal benda udara milik China.Menurut Wang, China berulang kali menginformasikan secara eksplisit kepada AS bahwa masuknya benda udara nirawak sipil China ke wilayah udara AS adalah murni insiden yang sama sekali tidak disengaja, tidak terduga, dan terpisah akibat keadaan yang tidak dapat dihindari (force majeure)."Kami berulang kali meminta pihak AS agar menangani masalah ini dengan tenang, profesional, dan terkendali," kata Wang.Meski demikian, AS mengabaikan fakta dan mengarang narasi "balon mata-mata," kata Wang, seraya menambahkan bahwa Presiden AS Joe Biden secara pribadi memberikan perintah untuk menembak jatuh benda udara sipil dengan menembakkan rudal dari jet tempur canggih. "Ini seratus persen merupakan penyalahgunaan kekuatan, tindakan histeria, dan reaksi berlebihan. Ini sangat melanggar praktik internasional dan konvensi internasional yang relevan," tegasnya.Dikatakan oleh Wang bahwa alih-alih merenungkan dan mengakui kesalahan yang telah dilakukannya, AS memilih untuk mencoreng dan menyerang China, menjatuhkan sanksi kepada perusahaan China dan terus memperparah situasi.Mencatat bahwa pernyataan tidak bertanggung jawab yang dilontarkan oleh Menlu Blinken jelas merupakan representasi fakta yang keliru, Wang menyoroti AS sebagai negara nomor satu di dunia dalam hal melanggar kedaulatan negara lain, melanggar hukum internasional, dan secara besar-besaran menyadap dan mengintai negara-negara lain. "Kami sangat mengutuk perilaku tercela AS dan berulang kali melayangkan protes keras ke pihak AS," tegas Wang.Wang menyebutkan bahwa Presiden AS Biden berkali-kali berjanji secara terbuka bahwa AS tidak mengupayakan Perang Dingin baru dengan China dan tidak berniat mencari konflik dengan China, sembari menambahkan bahwa sebagai pemimpin negara besar, diharapkan Presiden Biden akan menepati janjinya alih-alih hanya mengumbar kata-kata namun melakukan hal yang berbeda."Sekali lagi kami mendesak pihak AS untuk menunjukkan ketulusan, memperbaiki kesalahan, dan mengakui serta membereskan kerusakan dalam hubungan bilateral China-AS yang disebabkan oleh penyalahgunaan kekuatannya," katanya.Mengutip pepatah China bahwa tidak pantas untuk tidak membalas, Wang mengatakan jika pihak AS terus meributkan, mendramatisasi, dan memperparah krisis, jangan mengira pihak China akan gentar dan AS harus bersiap menanggung segala potensi akibatnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Israel hambat pergerakan di perlintasan Rafah, gencatan senjata Gaza lagi-lagi dilanggar
Indonesia
•
02 Feb 2026

Empat produsen mobil di Korsel akan tarik kembali sekitar 69.000 unit kendaraan
Indonesia
•
08 Mar 2024

Taiwan adakan referendum aktivasi pembangkit listrik nuklir
Indonesia
•
10 Nov 2021

Modernisasi China tawarkan model alternatif bagi negara berkembang lainnya
Indonesia
•
24 Nov 2022


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
