
PBB keluarkan peringatan global Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara pada konferensi pers akhir tahun di kantor pusat PBB di New York pada 19 Desember 2022. (Xinhua/Xie E)
Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional pertama, yang ditetapkan pada 27 Desember 2020, diserukan oleh Majelis Umum PBB untuk mengadvokasi pentingnya pencegahan, kesiapsiagaan, dan kemitraan untuk melawan epidemi.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Selasa (27/12) mengeluarkan peringatan global pada Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional (International Day of Epidemic Preparedness), yang diperingati setiap tahun pada 27 Desember."Dunia harus bersatu. COVID-19 merupakan sebuah peringatan," ujar Guterres dalam pesannya untuk hari internasional itu."Kerugiannya sangat besar," tutur Guterres, seraya mengungkapkan bahwa sejak pandemi melanda, jutaan nyawa melayang, ratusan juta orang jatuh sakit, perekonomian hancur, sistem kesehatan kewalahan, dan triliunan dolar AS lenyap.Terlebih lagi, kemajuan menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan telah "melenceng jauh dari jalur" kata pejabat tertinggi PBB itu."Negara-negara berkembang kerap dibiarkan berjuang sendiri, sungguh disayangkan bahwa mereka tak dapat mengakses vaksin, tes, atau perawatan yang mereka butuhkan untuk melindungi rakyat mereka," lanjut Guterres.COVID-19 tidak akan menjadi epidemi atau pandemik terakhir yang dihadapi umat manusia, kata Guterres memperingatkan."Sebagai komunitas global, kita harus mengindahkan pelajaran keras dari COVID-19 dan melakukan investasi yang berani dalam kesiapsiagaan, pencegahan, dan respons pandemi," kata sang sekjen PBB.Guterres menggarisbawahi perlunya langkah pengawasan yang lebih baik "guna mendeteksi dan memantau virus dengan potensi epidemi," sistem kesehatan tangguh yang didukung oleh cakupan kesehatan semesta (universal health coverage), serta tenaga kesehatan yang "terlatih, diperlengkapi dengan baik, dan dibayar dengan layak.""Kita juga membutuhkan akses yang merata terhadap vaksin, perawatan, diagnostik, dan teknologi penyelamat nyawa untuk semua negara," tambah Guterres.Dia menyoroti perlunya "melawan momok" misinformasi serta pseudosains dengan ilmu pengetahuan dan informasi yang berdasarkan fakta, serta mengingatkan bahwa pandemi tidak dapat dilawan oleh negara-negara secara individual saja."Pada Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional ini, saya mendesak semua negara untuk berdiri bersama dalam upaya kita memastikan dunia diperlengkapi dan siap dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan," ungkapnya.Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional pertama, yang ditetapkan pada 27 Desember 2020, diserukan oleh Majelis Umum PBB untuk mengadvokasi pentingnya pencegahan, kesiapsiagaan, dan kemitraan untuk melawan epidemi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pabrik roti milik negara Afghanistan kembali produksi setelah 30 tahun
Indonesia
•
22 Feb 2022

Lebih dari 500 petugas kawal ibadah umroh
Indonesia
•
10 Oct 2020

Light of Ramadhan gandeng aplikasi Ngaji.ai, gelar kajian untuk tingkatkan kualitas ibadah selama Ramadhan
Indonesia
•
21 Mar 2025

COVID-19 – Kasus infeksi pekanan pada anak di AS naik 50 persen
Indonesia
•
15 Dec 2022


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
