Google uji cip AI di orbit, masa depan komputasi bisa berpindah ke luar angkasa

Gambar tangkapan layar dari video yang dirilis SpaceX pada 20 April 2023 ini menunjukkan roket Starship lepas landas dari landasan peluncuran di Starbase SpaceX di Boca Chica, Texas, Amerika Serikat. (Xinhua/SpaceX)

Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Google meluncurkan satelit purwarupa ke orbit pada Kamis (1/10) untuk menguji kinerja Tensor Processing Unit (TPU) miliknya di luar angkasa.

Satelit prototipe yang membawa empat TPU Google tersebut diluncurkan dalam misi berbagi tumpangan (rideshare) Transporter-18 milik SpaceX.

Google mengatakan timnya telah mengonfirmasi komunikasi dengan satelit tersebut dan satelit itu beroperasi sebagaimana mestinya.

Google mengatakan peluncuran tersebut merupakan langkah awal dari Project Suncatcher, sebuah proyek penelitian jangka panjang yang dilakukan bekerja sama dengan Planet Labs PBC untuk menjajaki apakah infrastruktur pembelajaran mesin yang dapat diskalakan pada akhirnya dapat ditempatkan di luar angkasa.

Selama beberapa pekan mendatang, Google akan mengumpulkan data di orbit mengenai bagaimana TPU-nya menangani tekanan fisik, radiasi, dan suhu ekstrem di luar angkasa. Perusahaan itu akan menggunakan data tersebut untuk menyempurnakan desain masa depannya.

Menurut Google, di orbit rendah Bumi, satelit dapat memperoleh akses ke sinar matahari yang hampir konstan, sehingga menghasilkan tenaga surya hingga delapan kali lebih besar dibandingkan di Bumi.

Di masa depan, beberapa konstelasi satelit berpotensi dapat dihubungkan bersama, yang memungkinkannya untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan (AI) yang lebih besar di orbit, kata perusahaan tersebut. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait