
Italia dan Yunani desak Israel pastikan keamanan peserta konvoi kapal bantuan Gaza

Sejumlah kapal yang merupakan bagian dari Global Sumud Flotilla (GSF) bersiap berlayar dari Pulau Syros, Yunani, pada 14 September 2025. (Xinhua/Marios Lolos)
Global Sumud Flotilla bertujuan untuk menentang blokade laut yang diberlakukan Israel sejak 2007 serta mengirimkan bantuan makanan dan medis bagi warga Palestina.
Roma/Athena, Italia/Yunani (Xinhua/Indonesia Window) – Italia dan Yunani pada Rabu (1/10) mendesak otoritas Israel untuk memastikan keamanan peserta Global Sumud Flotilla (GSF) yang berlayar menuju Gaza dan mengizinkan langkah-langkah perlindungan konsuler.GSF, yang terdiri dari sekitar 52 kapal kecil dan lebih dari 500 sukarelawan dari 40 lebih negara termasuk Yunani dan Italia, bertujuan untuk menentang blokade laut yang diberlakukan Israel sejak 2007 serta mengirimkan bantuan makanan dan medis bagi warga Palestina.Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani pada Rabu malam mengatakan otoritas Israel naik ke kapal-kapal konvoi tersebut sebelum pukul 21.00 waktu setempat dan menahan sejumlah awak kapal.Dia mengonfirmasi pemerintah Italia telah menginstruksikan kedutaan besarnya di Tel Aviv dan Yerusalem untuk memberikan bantuan kepada semua warga negara Italia yang dibawa ke Pelabuhan Ashdod dan menghadapi deportasi. Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto menggambarkan operasi tersebut sebagai "blokade", seraya menekankan harapan agar prosesnya berlangsung dengan tenang dan rasional tanpa masalah.Menurut saluran berita televisi nasional Italia, Rai News 24, beberapa peserta konvoi melaporkan pada 1 Oktober dini hari, sebuah kapal perang Israel mendekati konvoi dan mengelilingi kapal terdepan, Alma, tetapi tidak melakukan operasi menaiki kapal.Israel menahan tiga warga negara Portugal setelah mencegat kapal-kapal GSF, demikian dikonfirmasi otoritas Portugal.Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa berjanji pemerintah akan memberikan "bantuan konsuler penuh" kepada warga negara yang ditahan melalui Kedutaan Besar Portugal di Tel Aviv.Kementerian Luar Negeri Portugal menyatakan layanan konsuler di Kedutaan Besar Portugal di Tel Aviv telah menjalin kontak dengan otoritas Israel selama beberapa hari, meminta agar warga negara Portugal diperlakukan "dengan hormat dan tanpa kekerasan" serta "menghormati hak asasi manusia individual mereka".Sebelumnya pada hari yang sama, Italia dan Yunani mengeluarkan pernyataan gabungan yang menyatakan kedua negara sedang memantau dengan saksama perkembangan terkait konvoi kapal tersebut.Yunani dan Italia menegaskan kembali perlunya menjamin akses kemanusiaan ke Gaza dan menyerukan gencatan senjata sesegera mungkin. Kedua negara mendesak semua pihak untuk tidak melakukan tindakan yang dapat dieksploitasi oleh pihak-pihak yang menentang perdamaian.Putaran terbaru konflik Israel-Palestina telah berlangsung hampir dua tahun dan menewaskan lebih dari 65.000 orang di Gaza, dengan hampir separuhnya merupakan perempuan dan anak-anak, serta menyebabkan 2 juta orang terperosok dalam bencana kemanusiaan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

‘Heat dome’ landa AS, 160 juta warga terancam suhu ekstrem saat libur Fourth of July
Indonesia
•
03 Jul 2026

China desak Jepang buang air yang terkontaminasi nuklir dengan aman
Indonesia
•
12 Nov 2022

Artikel sebut AS berpandangan sempit, tak siap hadapi pandemik di masa depan
Indonesia
•
09 Nov 2022

Kisah – Saling bantu dan berbagi jadi harapan di tengah pengendalian epidemi
Indonesia
•
27 Dec 2022


Berita Terbaru

Surat dari Timur Tengah: Tanah Air dirampas, Tatreez menjaga ingatan Palestina tetap hidup
Indonesia
•
08 Sep 2026

2.500 lebih personel penyelamat dikerahkan ke pelabuhan Gyirong yang dilanda tanah longsor di Xizang China
Indonesia
•
07 Sep 2026

China perkuat respons bencana Nepal dengan data satelit dan bantuan kemanusiaan
Indonesia
•
06 Sep 2026

Dari pertukaran berita hingga jurnalis, Forum Shenzhen dorong kolaborasi media
Indonesia
•
06 Sep 2026
