Fosil mammoth ditemukan di tepi danau semenanjung Yamal, Siberia

Fosil mammoth ditemukan di tepi danau semenanjung Yamal, Siberia
Ilustrasi. Fosil mammoth ditemukan oleh penduduk lokal di tepi Danau Pechevalavato di semenanjung Yamal, Siberia, Rusia. (Photo by Alex Holyoake on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Fosil mammoth ditemukan oleh penduduk lokal di tepi Danau Pechevalavato di semenanjung Yamal, Siberia, Rusia.

Fosil tersebut akan diteliti lebih lanjut di Pusat Penelitian untuk Studi Arktik, sebut pernyataan dari pusat penelitian seperti dikutip dari Kantor Berita TASS.

Pernyataan tersebut menjelaskan, fosil keluarga gajah purba yang terdiri atas potongan kerangka raksasa dengan bagian-bagian jaringan lunak ditemukan oleh penduduk setempat di tepi Danau Pechevalavato dekat desa Seyakha di semenanjung Yamal.

Kepala desa, Stanislab Vanuito, segera melaporkan temuan itu kepada para ilmuwan.

Pusat Penelitian untuk Studi Arktik segera mengirim ahli arkeologi dan staf museum ke daerah itu.

Ekspedisi tersebut ditugaskan untuk mempelajari temuan dan mencari kemungkinan penemuan kerangka raksasa lainnya di daerah tersebut.

“Lumpur dasar danau dapat menampung sisa kerangka mammoth. Penting untuk mencatat lokasi yang tepat dari kerangka itu untuk studi lebih lanjut,” kata Direktur Pusat, Dmitry Frolov.

Menurut para ahli, fosil mammoth kadang-kadang ditemukan di daerah tersebut.

Penemuan yang paling banyak dikenal adalah bayi mammoth Masha dan Lyuba yang ditemukan di wilayah Yamal masing-masing pada 1988 dan 2007.

Kumpulan tulang mammoth yang melimpah ditemukan dari semenanjung Gydansky.

Sebagian besar semenanjung Yamal terletak di utara Lingkaran Arktik, di zona permafrost (lapisan tanah yang benar-benar beku setidaknya selama dua tahun berturut-turut) selama musim dingin yang berlangsung hingga delapan bulan dalam setahun.

Mammoth menjelajahi Bumi ketika Zaman Es mulai berakhir sekitar 4.000 tahun yang lalu.

Ukuran dan berat mereka sekitar dua kali gajah saat ini, mencapai tinggi 5,5 meter dan berat hingga 12 ton.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here