
Feature – Bakcang, kisah tentang tradisi dan akulturasi budaya Tionghoa di Indonesia

Foto yang diabadikan pada 18 Mei 2025 ini menunjukkan bakcang dengan isian daging, jamur shitake, kacang, dan telur asin. (Xinhua/Yohanna Yuni)
Festival Duanwu atau Festival Perahu Naga, yang di Indonesia juga lazim dikenal sebagai Hari Bakcang, menjadi salah satu momen penting dalam tradisi masyarakat Tionghoa.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Setiap tanggal 5 di bulan kelima dalam kalender lunar China, masyarakat Tionghoa di seluruh dunia merayakan Festival Duanwu atau Festival Perahu Naga, yang di Indonesia juga lazim dikenal sebagai Hari Bakcang. Perayaan ini memiliki akar sejarah yang dalam dan menyentuh, serta menjadi salah satu momen penting dalam menjaga tradisi budaya, khususnya di kalangan masyarakat Tionghoa. Tahun ini, Hari Bakcang jatuh pada 31 Mei.Hari Bakcang sendiri berakar dari legenda Qu Yuan, seorang negarawan dan penyair China kuno yang hidup pada periode Negara-Negara Berperang (475-221 SM). Qu Yuan menenggelamkan diri di Sungai Miluo lantaran putus asa setelah dituduh berkhianat dan justru diasingkan karena memberikan nasihat yang bermaksud baik kepada raja. Masyarakat yang mencintainya kemudian melemparkan bungkusan ketan ke sungai agar ikan tidak memakan jasadnya. Dari situlah muncul tradisi membuat dan menyantap bakcang (zongzi), ketan dengan berbagai isian (daging, kurma, atau gula) dan dibungkus daun.Bagi masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia, perayaan Hari Bakcang tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap leluhur, tetapi juga momen kebersamaan keluarga. Biasanya anggota keluarga akan berkumpul untuk membuat bakcang bersama, dari menyiapkan bahan, membungkus, hingga memasaknya. Setelah sembahyang, bakcang tersebut dimakan bersama-sama. Aktivitas ini menjadi simbol ikatan kekeluargaan yang kuat sekaligus pelestarian budaya secara turun-temurun.Tradisi serupa juga masih dilakukan di keluarga Benny (42), seorang wirausahawan muda yang tinggal di Jakarta Barat. Di keluarganya, sang ibu setiap tahun membuat bakcang untuk perayaan tersebut. Tak hanya untuk keluarga sendiri, ibunya juga terkadang membuatkan bakcang untuk keluarga besar atau pesanan teman-teman dekat.
Foto yang diabadikan pada 18 Mei 2025 ini menunjukkan bakcang yang dijual di sebuah toko sekaligus tempat produksi bakcang di daerah Sawah Besar, Jakarta Pusat. (Xinhua/Yohanna Yuni)
Foto yang diabadikan pada 18 Mei 2025 ini menunjukkan kesibukan pembuatan bakcang di sebuah toko sekaligus tempat produksi bakcang di daerah Sawah Besar, Jakarta Pusat. (Xinhua/Yohanna Yuni)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Anggota parlemen Selandia Baru ajukan RUU larangan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun
Indonesia
•
06 May 2025

Badan PBB sepakat tingkatkan ketahanan pangan dan air global
Indonesia
•
08 May 2023

Universitas di California beralih ke kelas daring usai aksi unjuk rasa terkait konflik Gaza
Indonesia
•
15 Jun 2024

Universitas Pancasila-UNSW bangun kerja sama bidang hukum
Indonesia
•
27 Nov 2019


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
