
Feature – Dulu satu buku untuk satu kelas, kini anak-anak di wilayah terpencil ini punya perpustakaan digital

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 30 April 2026 ini menunjukkan jalan pedesaan di sebuah desa di wilayah Medog, Kota Nyingchi, Daerah Otonom Xizang, China barat daya. (Xinhua/Purbu Doje)
Lhasa, Daerah Otonom Xizang, China barat daya (Xinhua/Indonesia Window) -- Saat menemani anak-anaknya membaca di sebuah perpustakaan modern yang sepenuhnya digital, Tsering Yangqen (39) kerap memejamkan mata dan mengenang masa kecilnya sendiri, sebuah masa ketika membaca merupakan suatu kemewahan.
Tsering Yangqen berasal dari kelompok etnis Monba di wilayah Medog, Daerah Otonom Xizang, China barat daya. Dikelilingi oleh perbukitan tinggi dan hutan purba di sebuah lembah dalam di Pegunungan Himalaya, Medog merupakan satu-satunya wilayah di China yang tidak dapat diakses melalui jalan raya hingga 2013.
Setiap tahun, tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Anak Internasional. Berkat membaiknya infrastruktur transportasi dan berakhirnya keterisolasian wilayah tersebut, anak-anak Medog kini dapat pergi ke sekolah dengan kendaraan dan membaca di perpustakaan pintar yang berada dekat dengan tempat tinggal mereka, mengucapkan selamat tinggal pada masa lalu tanpa buku dan tanpa akses jalan.
Lahir dalam keluarga petani pada 1987, Tsering Yangqen ingat begitu banyak pekerjaan yang harus dia lakukan, seperti mengangkut kayu bakar, mengangkut rumput, menggembalakan ternak, dan menumbuk padi. Hal yang paling dia sukai adalah pergi ke sekolah, bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk menghindari pekerjaan lahan pertanian.
Dia mengenang ketika di sekolah dasar, sering kali hanya ada satu buku teks pelajaran untuk seluruh kelas, di mana buku tersebut adalah milik guru mereka. Sang guru akan menuliskan teks-teks di papan tulis, sehingga para siswa dapat menyalin semua teks tersebut di buku catatan mereka.
Ketika dia beranjak dewasa, para pelajar seperti dirinya harus mendaki pegunungan, berjalan kaki dalam hujan, dan melewati tanah berlumpur untuk mengembalikan buku teks pelajaran ke sekolah mereka. Perjalanan menuju kota terdekat memakan waktu tiga hingga empat hari.
"Sepatu bot karet kami akan basah kuyup. Kaki kami pun menjadi lecet dan terasa nyeri. Namun, kami tidak berani berhenti, karena ketika berhenti, kaki justru akan terasa lebih sakit. Belum lagi adanya risiko tanah longsor," kenangnya. Dia menambahkan bahwa mereka harus bermalam di tempat-tempat perlindungan sederhana di tepi jalan sepanjang perjalanan.
Ketika buku-buku itu akhirnya tiba, para siswa merasa bahagia. "Setidaknya kami akhirnya memiliki buku," katanya.
Terlepas dari kesulitan semasa kecil, Tsering Yangqen menganggap dirinya beruntung karena keluarga mendukung pendidikannya.
Situasi berubah secara signifikan setelah dibukanya Jalan Raya Medog pada Oktober 2013. Kendaraan dan mesin pun mulai berdatangan. Anak-anak kini dapat pergi ke sekolah yang dilengkapi dengan peralatan dan sumber daya pengajaran yang lebih baik, serta memiliki lebih banyak buku dan kondisi membaca yang jauh lebih baik.
Tsering Yangqen menjadi saksi perubahan tersebut. Setelah lulus dari perguruan tinggi dan bekerja sebagai pemandu wisata di Kota Nyingchi, dia kembali ke kampung halamannya sebagai pegawai negeri.
Pada 2023, wanita itu membantu perencanaan dan pengembangan Lotus Book House, sebuah perpustakaan umum modern yang dibuka dengan dukungan dari program bantuan perpasangan antara Kota Foshan di Provinsi Guangdong, China selatan, dan Medog.
Perpustakaan seluas 400 meter persegi itu kini menampung lebih dari 10.000 buku, termasuk sastra anak, buku ilmu pengetahuan, serta buku-buku yang berkaitan dengan Xizang dan Medog. Perpustakaan tersebut dengan cepat menjadi ruang budaya populer bagi penduduk setempat maupun wisatawan.
Perpustakaan itu dilengkapi dengan layanan digital dan teknologi swalayan. Para pembaca dapat masuk, meminjam, mengembalikan, memperpanjang masa pinjam, dan mencari buku melalui telepon pintar, serta mengakses sumber daya digital dari jaringan perpustakaan Foshan yang berjarak ribuan kilometer.
Lotus Book House merupakan contoh nyata kemajuan Xizang dalam layanan budaya publik.
Menurut sebuah buku putih yang diterbitkan tahun lalu, pemerintah pusat China sejak 2012 telah menginvestasikan total 4,89 miliar yuan atau sekitar 717 juta dolar AS dalam mengembangkan layanan budaya publik di seluruh Daerah Otonom Xizang.
*1 yuan = 2.642 rupiah
**1 dolar AS = 17.883 rupiah
Hingga akhir 2024, Xizang memiliki 82 perpustakaan, 43 museum, 43 balai peringatan, dan berbagai fasilitas budaya lainnya. Perpustakaan keliling saat ini melayani seluruh 74 area setingkat wilayah, dengan perpustakaan pintar dan platform budaya publik digital telah diluncurkan.
Kini, Tsering Yangqen adalah seorang ibu dengan dua anak. Putri sulungnya bersekolah di sekolah menengah pertama dan putri bungsunya bersekolah di sekolah dasar. Tsering Yangqen telah membelikan banyak buku untuk putri-putrinya, dan sering membawa mereka ke perpustakaan pada akhir pekan.
"Saya berharap anak-anak dapat mengembangkan kebiasaan membaca seumur hidup mereka dan memperoleh pendidikan yang lebih baik daripada yang kami dapatkan," ujarnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Menilik aktivitas umat Muslim saat bulan suci Ramadhan di China barat laut
Indonesia
•
17 Mar 2025

Feature – ‘Workshop’ di China tanamkan benih keingintahuan anak-anak pada sains
Indonesia
•
24 Jul 2024

Ilmuwan iklim sebut Eropa hadapi gelombang panas yang datang lebih awal dan lebih kuat
Indonesia
•
11 Jul 2025

Kura-kura tertua di dunia rayakan ulang tahun ke-190
Indonesia
•
03 Dec 2022


Berita Terbaru

Jutaan pengungsi pulang, Afghanistan bagikan lebih dari 35.000 lahan untuk bangun rumah
Indonesia
•
02 Jun 2026

Serangan Israel di Lebanon hambat respons darurat dan penyaluran bantuan
Indonesia
•
30 May 2026

Populasi Jepang catat penurunan terbesar jadi 123,05 juta jiwa pada 2025
Indonesia
•
29 May 2026

AS, Meksiko, Kanada umumkan pembatasan perjalanan terkait risiko Ebola jelang Piala Dunia 2026
Indonesia
•
29 May 2026
