
Es laut di Arktik sentuh rekor terendah pada Maret 2025

Kawanan angsa tundra terlihat di Area Manajemen Margasatwa Aylmer (Aylmer Wildlife Management Area) di Aylmer, Ontario, Kanada, pada 19 Maret 2025. Mulai akhir Februari hingga awal April setiap tahunnya, ribuan angsa tundra liar singgah di Area Manajemen Margasatwa Aylmer di Ontario sebelum bermigrasi ke Kawasan Arktik Tinggi. (Xinhua/Zou Zheng)
Es laut musim dingin Arktik menyusut ke level terendah yang tercatat pada Maret 2025 sejak pemantauan satelit dimulai 47 tahun lalu.
Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) – Es laut musim dingin Arktik menyusut ke level terendah yang tercatat pada Maret 2025 sejak pemantauan satelit dimulai 47 tahun lalu, demikian disampaikan oleh Layanan Perubahan Iklim Copernicus (C3S) yang didanai Uni Eropa, pada Selasa (8/4).Luas es laut pada Maret tercatat 6 persen di bawah rata-rata, menandai rekor terendah selama empat bulan beruntun untuk periode tersebut dalam setahun, menurut laporan C3S. Es laut Arktik mencapai luas maksimum tahunannya pada Maret setiap tahun.Sementara itu, luas es laut Antarktika pada Maret menjadi yang terendah keempat yang pernah tercatat, yakni 24 persen di bawah rata-rata, menurut laporan tersebut.Maret 2025 merupakan bulan Maret terhangat kedua secara global, dengan rata-rata suhu udara permukaan mencapai 14,06 derajat Celsius, yang berarti 0,65 derajat di atas rata-rata suhu udara yang tercatat pada 1991 hingga 2020, serta 1,60 derajat lebih tinggi dari tingkat pra-industri, imbuhnya.Laporan C3S menyebutkan bulan tersebut juga merupakan bulan ke-20 dari 21 bulan terakhir di mana rata-rata suhu udara permukaan secara global melampaui ambang batas 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri.Di Eropa, Maret merupakan bulan terhangat yang pernah tercatat, kata Samantha Burgess, wakil direktur C3S. Benua itu juga mengalami variasi curah hujan yang ekstrem, dengan beberapa daerah mengalami bulan Maret terkering dalam hampir lima dekade, sedangkan daerah lainnya mencatat bulan Maret sebagai periode dengan curah hujan yang tinggi.Laporan tersebut mendasarkan analisisnya pada data pengukuran dari satelit, kapal, pesawat terbang, dan stasiun cuaca di seluruh dunia. Laporan iklim rutin bulanan berfokus pada perubahan yang diamati pada suhu udara permukaan dan suhu lautan, lapisan es laut, dan variabel hidrologi secara global, menurut C3S.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Huawei Pura 90s resmi masuk Indonesia, bawa kamera telefoto 200 MP dan AI canggih
Indonesia
•
29 Aug 2026

Proyek pertukaran untuk berdayakan peneliti muda global diprakarsai di China
Indonesia
•
23 Oct 2024

Ilmuwan ungkap peta sel lengkap dan menyeluruh dari otak mamalia
Indonesia
•
14 Dec 2023

Tim ilmuwan temukan ‘Korus Luar Angkasa’ jauh dari Bumi
Indonesia
•
24 Jan 2025


Berita Terbaru

Perempuan lebih rentan mengalami demensia? Kasus baru capai 24,7 juta pada 2050
Indonesia
•
13 Oct 2026

Model AI tingkatkan akurasi prediksi banjir hingga 12 pekan sebelumnya
Indonesia
•
13 Oct 2026

Hampir 1 miliar orang diproyeksikan menderita osteoartritis pada 2050
Indonesia
•
13 Oct 2026

Ekspedisi Kawah Purba Pangrango ungkap kekayaan hayati dan geologi di ketinggian lebih 2.000 meter
Indonesia
•
11 Oct 2026
