China tegas menentang sanksi sepihak dan “yurisdiksi lengan panjang”

Sebuah drone mengantar pesanan di Pelabuhan Futian di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 23 Oktober 2024. Sebuah rute pengiriman drone, yang merupakan rute reguler pertama di area pelabuhan itu, resmi mulai beroperasi di Shenzhen pada Rabu (23/10). Para pelanggan akan menerima pesanan mereka hanya dalam waktu 10 menit setelah melakukan pemesanan. Para komuter Hong Kong dan Shenzhen dapat menikmati layanan pengiriman tersebut di dekat perlintasan perbatasan. (Xinhua/Mao Siqian)
Drone sipil yang tidak terikat oleh regulasi ketat terkait pengendalian senjata atau keamanan teknologi tidak boleh digunakan untuk tujuan militer yang melanggar peraturan.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China dengan tegas menentang sanksi sepihak dan yurisdiksi lengan panjang (long-arm jurisdiction), kata seorang juru bicara (jubir) Kementerian Perdagangan (Ministry of Commerce/MOC) China pada Kamis (24/10) saat menanggapi pertanyaan mengenai sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap entitas terkait pesawat nirawak (drone) milik China.Jubir MOC, He Yadong, mengatakan bahwa China memiliki langkah-langkah ketat dalam mengontrol ekspor produk militer dan barang berkegunaan ganda (dual-use) yang dapat digunakan untuk penerapan sipil maupun militer, serta mewajibkan perusahaan yang memperdagangkan barang-barang yang dikendalikan secara internasional untuk mematuhi hukum dan peraturan yang relevan.
Sejumlah petani menggunakan drone untuk menyemprotkan pupuk atau pestisida ke sawah di Huangnigang, Distrik Nanjiao, Chuzhou, Provinsi Anhui, China timur, pada 7 September 2024. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi pintar secara bertahap diterapkan ke dalam pengelolaan pertanian di Distrik Nanjiao, Chuzhou. (Xinhua/Cao Li)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Turkiye denda Google hampir 15 juta dolar AS terkait pencarian hotel
Indonesia
•
14 Jun 2024

Hamas sebut Israel tetapkan syarat baru, tunda kesepakatan gencatan senjata
Indonesia
•
26 Dec 2024

China-Rusia desak AS untuk hapus rencana rudal Asia-Pasifik dan Eropa
Indonesia
•
06 Feb 2022

Dua anggota Navy SEAL AS hilang dalam operasi di dekat Somalia
Indonesia
•
17 Jan 2024
Berita Terbaru

Menlu Rusia: Remiliterisasi Jepang ancam stabilitas Asia-Pasifik
Indonesia
•
04 Feb 2026

Pasangan Clinton setuju bersaksi di komite DPR AS terkait penyelidikan Epstein
Indonesia
•
04 Feb 2026

Penembak mantan PM Jepang Shinzo Abe ajukan banding atas hukuman seumur hidup
Indonesia
•
04 Feb 2026

Presiden Iran perintahkan dimulainya dialog nuklir dengan AS
Indonesia
•
03 Feb 2026
