
Tajuk Xinhua: China tingkatkan investasi dan perdagangan luar negeri sesuai kebijakan COVID-19 (Bagian 2 - selesai)

Sejumlah perwakilan perusahaan dari Kota Chengdu, China, berunding dengan badan kerja sama ekonomi dan ilmiah internasional Baden-Wurttemberg di Jerman pada 11 Desember 2022. (Xinhua)
Delegasi bisnis
Delegasi bisnis China dikirim oleh sejumlah pemerintah daerah untuk menghadiri pameran perdagangan dan mengunjungi klien lama atau baru di pasar-pasar utama luar negeri, dalam upaya untuk meningkatkan perdagangan dan investasi serta merangsang ekonomi.Pada Jumat (9/12), Kota Suzhou di Provinsi Jiangsu, China timur, menyewa pesawat untuk mengirim delegasi bisnis, yang terdiri dari 200 orang lebih, ke Prancis dan Jerman. Ini menjadi pengiriman delegasi bisnis pertama dari Jiangsu ke dua negara Eropa tersebut sejak pandemik merebak."Ini perjalanan bisnis pertama saya ke luar negeri dalam tiga tahun," ungkap Han Lifen, kepala departemen penjualan luar negeri Kingclean Electric Co., Ltd. di Suzhou. "Kami sangat bergantung pada ekspor dan harus menggunakan konferensi video serta WeChat untuk berkomunikasi dengan klien kami di luar negeri," tutur Han, seraya menambahkan bahwa 13 anggota yang dikirim oleh perusahaan itu akan mengunjungi 10 negara Eropa selama perjalanan tersebut."Kami mengharapkan banyak kejutan selama perjalanan ini," kata Qi Zhenyu, seorang pejabat pemerintah dalam delegasi perdagangan tersebut. "Di tengah integrasi ekonomi dan budaya, kita akan terus menyaksikan China yang lebih terbuka membagikan keuntungan pembangunan dengan dunia dan bekerja sama dengan negara lain demi hasil yang saling menguntungkan."Pada Jumat yang sama, Kota Wuxi di Jiangsu mengirim delegasi bisnis beranggotakan 20 orang dalam perjalanan 10 hari ke Eropa. Ini merupakan perjalanan bisnis luar negeri kedua yang diselenggarakan otoritas lokal pada tahun ini untuk menarik lebih banyak pesanan dan investasi.Zhang Jun, Presiden Wuxi Zehua Business Co., Ltd., yang mendapatkan pesanan senilai total 21 juta yuan dalam perjalanan pertamanya ke Jepang pada Oktober, mengatakan bahwa perusahaan itu berencana mengunjungi klien lama di Prancis untuk mendapatkan lebih banyak pesanan dan mendiskusikan pembangunan bersama sebuah pabrik di China."Pergi ke luar negeri merupakan suatu keharusan," ungkap Wang Yuanpei, Manajer Umum Wuxi Jiejin Precision Machinery Co., Ltd. "Pasar internasional mengalami perubahan yang luar biasa besar selama tiga tahun terakhir dan kami sangat ingin berkomunikasi dengan klien kami secara langsung untuk mengonsolidasikan hubungan kami.Wang mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut akan membahas pesanan pembelian tahunan senilai 50 juta yuan serta sebuah proyek baru senilai 10 juta yuan dengan dua mitra bisnis.Zheng Yeping, seorang anggota delegasi lainnya sekaligus pejabat Zona Pengembangan Ekonomi dan Teknologi Xishan di Wuxi, memiliki jadwal penuh untuk perjalanan ke Eropa tersebut. "Saya akan bekerja keras untuk menarik lebih banyak investasi berkualitas tinggi," sebut Zheng."Mendapatkan kembali pesanan itu sangat penting, dan yang lebih penting adalah memulihkan kepercayaan dan vitalitas ekonomi," ujar Zhang Chunlong, seorang peneliti di Akademi Ilmu Sosial Provinsi Jiangsu. "Kita perlu mempercepat sirkulasi dan pembangunan ekonomi domestik maupun internasional."Tugas penting berikutnya adalah memastikan perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor tersebut dapat pulih ke tingkat produksi ideal mereka sesegera mungkin, dengan dukungan perekrutan tenaga kerja dan kelancaran logistik, kata Zhang.Perjalanan untuk delegasi bisnis China lainnya sedang diupayakan. Pihak otoritas di Hefei, ibu kota Provinsi Anhui, China timur, berencana mengirimkan delegasi bisnis untuk menghadiri berbagai pameran dagang dan mengunjungi klien di luar negeri.Mengirimkan delegasi bisnis China ke luar negeri tidak hanya akan membantu meningkatkan pesanan ekspor, tetapi juga akan menarik lebih banyak investasi asing ke industri teknologi tinggi dan industri bernilai tambah tinggi, ujar Tu Lifeng, seorang peneliti di Universitas Suzhou."Perjalanan mereka juga mengirimkan sinyal positif kepada kalangan bisnis global mengenai China yang terus membuka diri, dan mereka akan membantu meningkatkan kepercayaan kepada ekonomi China," kata Tu. SelesaiSelesai(Laporan oleh Li Baojie, Wang Pan, Sun Fei, Wei Weihua, Yang Dingmiao, Liu Weiwei, He Leijing, Xu Xiaoqing, Liu Fangqiang; Reporter video: Li Sijia, Liang Xizhi; Editor video: Zhou Sa'ang, Li Qin, Zhao Xiaoqing, Ming Dajun, Liu Xiaorui)Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kopi cita rasa Indonesia akan beredar di pasar China
Indonesia
•
24 Jan 2021

BPS catat ekspor pada triwulan II 2022 tumbuh 19,74 persen
Indonesia
•
05 Aug 2022

Ladang gas serpih utama China operasikan 19 sumur baru
Indonesia
•
24 Feb 2022

Kereta cepat pertama China berkecepatan 350 km per jam catat 340 juta perjalanan penumpang dalam 15 tahun
Indonesia
•
02 Aug 2023


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
