‘Pengungsi TikTok’ AS betah di RedNote, jaga jembatan pertukaran tetap terhubung

Logo TikTok terlihat di sebuah layar 'smartphone' di Arlington, Virginia, Amerika Serikat (AS), pada 13 Maret 2024. (Xinhua/Liu Jie)
Daya tarik RedNote tidak hanya dari segi suasananya yang bersahabat, tetapi juga karena platform ini menyediakan ruang bagi para pengguna dari AS dan China untuk terhubung di tingkat akar rumput, berbagi pengalaman budaya, dan membentuk ikatan.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Bagaimana ‘Ne Zha 2’ bisa diterima dengan baik di Amerika Serikat (AS)? Para ‘pengungsi TikTok’ AS di Xiaohongshu, aplikasi media sosial China yang dikenal di luar negeri sebagai ‘RedNote’, memiliki jawabannya.Tony Oswald, seorang pembuat film lepas (freelance filmmaker) yang berbasis di New York, membagikan pengamatannya dalam sebuah video pendek yang meraup lebih dari 2.500 likes dan 700 lebih komentar. Beberapa pengguna berterima kasih kepadanya karena telah "menjawab pertanyaan-pertanyaan mendesak", dan terlepas dari permintaan maafnya karena tidak fasih berbahasa Mandarin, beberapa komentar bahkan menyebutnya "pembelajar bahasa yang cepat."Mengenai apakah para penonton bioskop AS memahami kisah yang terinspirasi dari legenda China ini, Oswald menjawab dengan lugas, "Ceritanya sangat sederhana. Semua orang bisa memahaminya. Beberapa mitos China... mungkin warga AS tidak begitu mengerti, tetapi lelucon, emosi, dan animasi semuanya sangat bagus."Ketika diminta memberikan komentar pribadinya sebagai sutradara oleh warganet Joylion, Oswald menjawab, "Saya rasa dalam sejuta tahun pun, saya tidak akan bisa membuat sesuatu yang sekompleks 'Ne Zha'. Namun, selera pribadi saya cenderung lebih menyukai drama manusia yang lebih minimalis!"Sebulan setelah RedNote menerima lonjakan besar "pengungsi TikTok", Oswald termasuk salah satu dari warganet AS yang tetap aktif di aplikasi tersebut untuk membantu mempertahankan jembatan baru pertukaran akar rumput antara kedua negara.Pada pertengahan Januari, ancaman larangan TikTok oleh pemerintah AS membuat sejumlah besar pengguna TikTok di AS beralih ke RedNote, yang memadukan fitur-fitur Instagram dan Pinterest, dalam mencari sebuah komunitas baru.Kedatangan mereka kemudian disambut dengan sambutan hangat yang luar biasa dari warganet China, dan apa yang dimulai sebagai ‘tempat perlindungan’ sementara telah berkembang menjadi ruang untuk komunikasi akar rumput, mulai dari berbagi pengalaman hidup sehari-hari hingga bertukar tips memasak dan foto-foto hewan peliharaan yang lucu.Sejak larangan TikTok ditunda sementara pada akhir Januari lalu, banyak warganet AS yang kembali ke TikTok dan menyampaikan perpisahan secara emosional kepada teman-teman baru mereka dari China di RedNote dan berjanji akan selalu mengingat ‘pertemuan’ tersebut.Sebagian warganet lainnya memutuskan untuk tetap menggunakan RedNote, karena tertarik dengan suasananya yang ramah dan positif."Saya berniat untuk menetap (menggunakan RedNote) karena secara obyektif lebih bagus di sini," ungkap'finnfinndog,' seorang warganet dari Michigan. Sementara warganet AS lainnya 'Inspiration', menambahkan bahwa "mereka yang suka ketenangan dan kedamaian akan menetap di sini di RedNote.""Saya menyukai konten, para pengguna, dan budaya berbaginya di sini, itulah mengapa saya ingin tetap menggunakan RedNote, ujar Cristian dari Negara Bagian New York, AS."Aplikasi ini membuka mata saya tentang betapa ramahnya orang-orang China. Saya telah bertemu dengan beberapa teman di sini dan kami saling mengirimkan foto-foto kehidupan kami. Salah satu teman saya mengirimkan foto-foto Kota Terlarang dan itu sangat luar biasa," paparnya.Para pengamat menjelaskan bahwa daya tarik RedNote tidak hanya dari segi suasananya yang bersahabat, tetapi juga karena platform ini menyediakan ruang bagi para pengguna dari AS dan China untuk terhubung di tingkat akar rumput, berbagi pengalaman budaya, dan membentuk ikatan.Banyak pengulas film "Ne Zha 2" asal AS menyebutkan bahwa mereka menerima rekomendasi dari para pengikut RedNote mereka di China, yang mendorong mereka untuk menonton film yang "belum banyak didengar oleh orang AS lainnya." Film animasi tersebut telah menjadi film animasi terlaris sepanjang masa secara global, meraup lebih dari 1,7 miliar dolar AS di box office.*1 dolar AS = 16.344 rupiahBahkan pertukaran profesional pun telah berkembang. Kevin, seorang teknisi listrik dari Florida, memiliki 13.000 penggemar setelah dia secara rutin mengunggah pembaruan tentang praktik konstruksi AS dan terlibat dalam diskusi teknis dengan para teknisi listrik dari China.Ruthie, yang juga berasal dari Florida, membagikan keputusannya untuk melanjutkan studi di Kota Shenzhen, China selatan. Unggahan tersebut mendorong Universitas Shenzhen, tempat dia akan belajar, membuat sebuah unggahan untuk menyambut mahasiswa AS tersebut. Banyak warga lokal Shenzhen yang juga bergabung dalam diskusi, memberikan tips tentang makanan lokal, transportasi, dan objek-objek wisata."Jangan khawatir sobat, Shenzhen itu pada dasarnya adalah "Miami" China, ada pohon palem, pantai, dan suasana menakjubkan 24/7," bunyi komentar seorang warganet dari Provinsi Guangdong, lokasi Shenzhen berada."Datanglah ke sini, saya akan mentraktir Anda teh boba terbaik," ujar warganet lainnya.SelesaiOleh penulis Xinhua: Jiang Shengxiong dan Yao Yuan. (Peserta magang Chen Xiang dan Jiang Duo juga turut berkontribusi dalam artikel ini)Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Sekjen PBB serukan negara-negara maju berikan keadilan iklim di Afrika
Indonesia
•
06 May 2023

COVID-19 – Arab Saudi pesan berbagai vaksin dalam jumlah besar
Indonesia
•
04 Feb 2021

Tim peneliti China ungkap cara cegah ‘pembunuh tak kasat mata’ di kalangan lansia pedesaan
Indonesia
•
28 Aug 2025

Feature – Mengapa bahasa Mandarin miliki daya tarik global?
Indonesia
•
15 Jun 2024
Berita Terbaru

Pumpunan – Hari ke-2 Olimpiade Musim Dingin 2026: Kecelakaan Lindsey Vonn, Sander Eitrem pecahkan rekor seluncur cepat Olimpiade
Indonesia
•
09 Feb 2026

Feature – Atlet seluncur cepat China beri penghormatan kepada kakek saat debut di Olimpiade Musim Dingin
Indonesia
•
09 Feb 2026

Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina dibuka dengan upacara di sejumlah ‘venue’, soroti harmoni
Indonesia
•
08 Feb 2026

Upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina tampilkan budaya Italia
Indonesia
•
08 Feb 2026
