COVID-19 – Kolaborasi global targetkan 2 miliar dosis vaksin akhir tahun 2021

COVID-19 – Kolaborasi global targetkan 2 miliar vaksin akhir tahun 2021
Illustration. COVAX, sebuah kolaborasi global untuk memproduksi vaksin COVID-19, menargetkan 2 miliar dosis vaksin yang aman dan efektif dan telah melewati persetujuan regulasi dan/atau prakualifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir 2021. (MasterTux from Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – COVAX, sebuah kolaborasi global untuk memproduksi vaksin COVID-19, menargetkan 2 miliar dosis vaksin yang aman dan efektif dan telah melewati persetujuan regulasi dan/atau prakualifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir 2021, menurut pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu.

COVAX adalah pilar dari Access to COVID-19 Tools (ACT) Accelerator (pemercepat akses COVID-19) yang dipimpin bersama oleh Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), Gavi (Aliansi Vaksin), serta WHO yang bermitra dengan produsen vaksin negara maju dan berkembang.

Tujuan keseluruhan COVAX adalah mempercepat pengembangan dan pembuatan vaksin COVID-19, dan menjamin akses yang adil dan merata untuk setiap negara di dunia.

Upaya global tersebut juga bertujuan berbagi risiko yang terkait dengan pengembangan vaksin, dan jika perlu berinvestasi di bidang manufaktur di tahap awal, sehingga vaksin dapat digunakan dalam skala besar segera setelah terbukti aman dan efektif.

COVAX menggabungkan pengadaan dan daya beli guna mencapai volume vaksin yang cukup untuk mengakhiri fase akut pandemi pada 2021.

Vaksin ini akan ditawarkan secara merata ke semua negara yang berpartisipasi, dengan jumlah yang proporsional menurut populasi.

Distribusi vaksin memprioritaskan petugas layanan kesehatan kemudian diperluas untuk mencakup kelompok rentan, seperti orang tua dan mereka yang memiliki gejala.

Dosis lebih lanjut kemudian akan tersedia berdasarkan kebutuhan negara, kerentanan dan ancaman COVID-19.

Fasilitas COVAX juga akan menyiapkan dosis untuk penggunaan darurat dan kemanusiaan, termasuk menangani wabah sebelum berkembang menjadi pandemik.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here