
China pulihkan ekologi via sarana iptek

Foto dari udara yang diabadikan pada 23 Mei 2023 ini menunjukkan tim peneliti sedang menuju Danau Ayakum di kaki timur Pegunungan Kunlun di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut. (Xinhua/Ding Lei)
Citra satelit pengindraan jauh memainkan peran utama dalam restorasi dan tata kelola ekologis, seperti pemantauan pembakaran jerami dan kebakaran hutan dalam skala besar, mengamati polusi air permukaan, polusi udara, dan akumulasi limbah padat, serta menganalisis kondisi hutan, padang rumput, dan lahan basah.
Beijing, China (Xinhua) – Dalam pandangan sebagian besar orang, citra satelit pengindraan jauh mungkin hanya gambar berwarna biasa. Namun, di mata Sun Lin, profesor di Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Shandong, dan juga timnya, gambar-gambar tersebut merupakan ‘harta karun’ yang mengandung banyak informasi.Lewat bantuan penelitian algoritma dan konstruksi model, tim peneliti dapat menganalisis data citra satelit pengindraan jauh dan memperoleh informasi yang terkandung di dalamnya, ujar Sun.Dia mengatakan bahwa citra satelit pengindraan jauh memainkan peran utama dalam restorasi dan tata kelola ekologis, seperti pemantauan pembakaran jerami dan kebakaran hutan dalam skala besar, mengamati polusi air permukaan, polusi udara, dan akumulasi limbah padat, serta menganalisis kondisi hutan, padang rumput, dan lahan basah.China telah memulai perjalanan baru untuk membangun sebuah negara sosialis modern di segala bidang. Mempromosikan koeksistensi yang harmonis antara manusia dan alam merupakan ciri khas modernisasi China.Gagasan “koeksistensi yang harmonis antara manusia dan alam” menunjukkan arah baru bagi restorasi dan tata kelola ekologis China, dan mengedepankan persyaratan yang lebih tinggi untuk teknologi dan metode tata kelola lingkungan yang inovatif. Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) akan menopang restorasi dan tata kelola ekologis China secara efektif.Dari 2011 hingga 2020, total pengajuan paten China untuk penemuan teknologi lingkungan menyumbang 60 persen dari total dunia, menjadikannya negara paling aktif dalam inovasi teknologi lingkungan di seluruh dunia, menurut buku putih berjudul ‘Pembangunan Hijau China di Era Baru’ (China's Green Development in the New Era).China juga telah mengambil beragam langkah untuk memastikan temuan penelitian di bidang iptek lingkungan ekologi selaras dengan kebutuhan spesifik.Pada 2019, Kementerian Ekologi dan Lingkungan China meluncurkan platform layanan komprehensif nasional untuk transformasi pencapaian iptek di bidang lingkungan ekologi.Saat ini, platform itu telah mengumpulkan lebih dari 4.800 pencapaian iptek yang luar biasa, dengan total lebih dari 2,2 juta penayangan (view) entri teknis.Lewat pengembangan iptek, semakin banyak teknologi canggih akan diterapkan pada praktik restorasi ekologis dan perlindungan lingkungan, yang diharapkan dapat meningkatkan lebih lanjut efisiensi tata kelola dan memberikan bantuan untuk membangun sistem tata kelola lingkungan ekologis yang modern, kata Shi Lei, seorang profesor dari Universitas Renmin China.China sedang mendorong pembangunan China digital yang menyeluruh. Pemanfaatan teknologi digital untuk memberdayakan tata kelola ekologis menjadi metode yang krusial bagi pemerintah guna menggenjot kemampuan tata kelolanya di bidang lingkungan ekologis.China juga secara aktif menjajaki beragam cara untuk memahami nilai produk ekologis. Berbagai model industri ekologis tengah berkembang pesat, seperti pertanian modern perkotaan, pertanian rekreasi, ekowisata, dan penginapan rumah sewa (homestay) eksklusif. Skala industri hijau tersebut terus berkembang.Keunggulan iptek yang ditunjukkan dalam proses restorasi ekologis membawa manfaat ekologis dan ekonomi bagi warga China. Ini tidak hanya mencerminkan gagasan pembangunan yang berpusat pada rakyat di bidang tata kelola ekologis, tetapi juga merefleksikan "kebijaksanaan China" terkait koeksistensi yang harmonis antara manusia dan alam, tutur Shi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan China kembangkan ‘batu bata Bulan’ untuk bangun pangkalan di Bulan di masa depan
Indonesia
•
21 Oct 2024

Peneliti kembangkan masker digital untuk fasilitasi diagnosis anonim dan perlindungan privasi
Indonesia
•
27 Sep 2022

Feature – Industri manufaktur tradisional China rangkul transformasi digital
Indonesia
•
10 Jul 2024

Jiuzhang 4.0 cetak rekor dunia baru dalam komputasi kuantum
Indonesia
•
14 May 2026


Berita Terbaru

Protein yang selama ini lawan kanker ternyata bisa bantu sel kanker bertahan
Indonesia
•
15 Aug 2026

Telaah – Tiga gempa dahsyat guncang Amerika Selatan, benarkah kawasan ini makin aktif?
Indonesia
•
15 Aug 2026

Gigitan nyamuk bisa jadi ‘booster’ alami untuk cegah malaria, studi ungkap harapan baru
Indonesia
•
15 Aug 2026

Feature – ‘Smartwatch’ dan gaya hidup berbasis data, mengapa makin diminati di Indonesia?
Indonesia
•
15 Aug 2026
