
China luncurkan ekspedisi ilmiah lumba-lumba tanpa sirip Yangtze

Lumba-lumba tanpa sirip Yangtze terlihat di seksi Yichang dari Sungai Yangtze di Provinsi Hubei, China tengah, pada 11 Mei 2021. (Xinhua/Xiao Yijiu)
Lumba-lumba tanpa sirip Yangtze, yang berada di bawah perlindungan tingkat tertinggi negara, merupakan indikator penting ekologi di Sungai Yangtze yang merupakan sungai terpanjang di China.
Wuhan, China (Xinhua) – China pada Senin (19/9) meluncurkan survei ilmiah terhadap lumba-lumba tanpa sirip Yangtze, spesies ikonik di Yangtze, sungai terpanjang di negara itu. Survei ini bertujuan untuk menyusun rencana perlindungan yang lebih tertarget bagi spesies tersebut.Lebih dari 120 personel dan 20 lebih kapal administrasi perikanan akan dikirim untuk melakukan ekspedisi ilmiah, yang mencakup habitat utama lumba-lumba tanpa sirip Yangtze, seperti aliran utama di bagian tengah dan hilir Sungai Yangtze, serta danau Poyang dan Dongting, dua anak sungai Yangtze.Data tentang populasi dan distribusi lumba-lumba tersebut, berikut lingkungan habitatnya, akan dikumpulkan selama ekspedisi ilmiah itu untuk menentukan faktor-faktor yang dapat mengancam spesies tersebut serta mengevaluasi dampak dari langkah perlindungan yang ada saat ini.Diselenggarakan oleh administrasi perikanan daerah aliran sungai (DAS) Yangtze di bawah naungan Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan, ekspedisi ini telah dilakukan bersama oleh otoritas perikanan lokal dari enam daerah setingkat provinsi, lembaga penelitian ilmiah, dan organisasi sosial.Lumba-lumba tak bersirip Yangtze, yang berada di bawah perlindungan tingkat tertinggi negara, merupakan indikator penting ekologi di Sungai Yangtze.Dalam beberapa tahun terakhir, China meningkatkan upaya pelestarian spesies yang terancam punah itu dengan melakukan tiga survei komprehensif pada 2006, 2012, dan 2017. Menurut survei 2017, terdapat 1.012 lumba-lumba tanpa sirip di sungai tersebut.Lumba-lumba YangtzePada 27 Juni lalu, seekor lumba-lumba tanpa sirip Sungai Yangtze bernama Fujiu melahirkan seekor bayi dengan nomor ‘F9C22’ sekitar pukul 21.35 waktu Wuhan, China tengah.Selain F9C22 yang baru lahir, ada enam spesies ikonik Sungai Yangtze tersebut lainnya di penangkaran, tiga ekor di antaranya dibiakkan melalui pembiakan artifisial.
Lumba-lumba tanpa sirip Sungai Yangtze F9C22 berenang bersama induk betinanya di dalam air di Institut Hidrobiologi (Institute of Hydrobiology/IHB) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, pada 29 Juni 2022. (Xinhua/Xiao Yijiu)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Transisi ‘net-zero’ dan perlindungan lingkungan jadi prioritas baru Australia di bidang sains dan penelitian
Indonesia
•
14 Aug 2024

Alat sensor fasilitasi pemantauan ‘kesehatan’ jembatan Sungai Yangtze
Indonesia
•
24 Dec 2022

Kapal pengamat cuaca nirawak China memulai pelayaran durasi panjang
Indonesia
•
24 Nov 2023

Satelit Fengyun-4B China ambil alih misi Fengyun-4A
Indonesia
•
08 Mar 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
