
Feature – Dari benih menjadi pohon, cendana asal Indonesia mengakar di China

Foto yang diabadikan pada 17 Juli 2024 ini menunjukkan seorang staf pekerja di sebuah basis penelitian di Kebun Raya Nasional China Selatan (South China National Botanical Garden) di Guangzhou sedang mengolah kayu cendana menjadi potongan-potongan kecil. (Xinhua/Lu Hao)
Cendana telah banyak digunakan dalam berbagai industri seperti penyulingan parfum, kerajinan ukiran, manufaktur, industri farmasi, industri pemrosesan perlengkapan keagamaan, kosmetik, makanan sehat, dan berbagai industri lainnya.
Guangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Pada akhir Juli, sebatang pohon cendana dari Indonesia yang terdapat di Kebun Raya Nasional China Selatan (South China National Botanical Garden) di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, China selatan, sedang berbuah. Buahnya mirip dengan bluberi, baik dari segi warna maupun ukuran, dan mengeluarkan aroma yang lembut.Lebih dari 60 tahun silam, seorang warga Indonesia memberikan beberapa benih cendana yang berharga kepada China sebagai tanda ikatan persahabatan antara kedua negara. Sejak saat itu, China mulai menanam dan membudidayakan pohon cendana."Pertama-tama kami membudidayakan benihnya, yang kemudian tumbuh menjadi bibit. Untuk memastikan tingkat kelangsungan hidupnya, kami terus memperkenalkan ratusan benih cendana pada 1964 untuk membudidayakan lebih dari 300 bibit guna eksperimen penanaman aforestasi," kata Ma Guohua, peneliti di Kebun Raya Nasional China Selatan.Cendana, pohon rempah kayu yang langka dan berharga serta banyak digunakan dalam obat-obatan, rempah wewangian, ukiran yang rumit dan mahal, dan juga perlengkapan keagamaan, telah dikenal sejak zaman China kuno.Namun, hanya ada sedikit catatan mengenai persebaran alami cendana di China. Cendana sebagian besar diimpor dari luar negeri melalui Jalur Sutra.
Foto yang diabadikan pada 17 Juli 2024 ini menunjukkan tumpukan kayu cendana dalam di Kebun Raya Nasional China Selatan (South China National Botanical Garden) di Guangzhou. (Xinhua/Lu Hao)
Foto yang diabadikan pada 17 Juli 2024 ini menunjukkan pohon kayu cendana di Kebun Raya Nasional China Selatan (South China National Botanical Garden) di Guangzhou. (Xinhua/Lu Hao)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China akan percepat pengembangan marikultur laut dalam dan laut lepas
Indonesia
•
07 Aug 2023

Investasi aset tetap China naik 5,3 persen dalam 11 bulan pertama 2022
Indonesia
•
16 Dec 2022

Inflasi konsumen Thailand sentuh level tertinggi dalam 14 tahun pada Agustus 2022
Indonesia
•
06 Sep 2022

Boeing prediksi armada pesawat komersial China akan berlipat ganda selama 20 tahun ke depan
Indonesia
•
28 Aug 2024


Berita Terbaru

Harga energi Eropa berfluktuasi tajam di tengah perubahan sinyal AS-Iran
Indonesia
•
25 Mar 2026

Ekonomi Asia diproyeksikan tumbuh 4,5 persen pada 2026
Indonesia
•
25 Mar 2026

Harga buah di Malaysia diperkirakan naik akibat gangguan pengiriman di Timur Tengah
Indonesia
•
25 Mar 2026

Feature – Truk berat China buka jalan baru kerja sama saling menguntungkan di Indonesia
Indonesia
•
19 Mar 2026
