
Cekungan Sungai Haihe di China dilanda banjir terparah sejak 1963

Tim penyelamat mengirimkan pasokan kebutuhan harian kepada warga yang terdampak banjir di Desa Shawo, Matou, Zhuozhou, Provinsi Hebei, China utara, pada 3 Agustus 2023. (Xinhua/Mu Yu)
Cekungan Sungai Haihe di China utara dilanda banjir terparah yang disebabkan oleh hujan badai sejak 1963, dengan curah hujan kumulatif di cekungan sungai seluas 320.000 km persegi itu mencapai 43,2 miliar meter kubik air dalam kurun waktu empat hari, sehingga rata-rata ketinggian air mencapai 135 mm.
Tianjin, China (Xinhua) – Cekungan Sungai Haihe di China utara dilanda banjir terparah yang disebabkan oleh hujan badai sejak 1963, demikian disampaikan oleh Komisi Konservasi Air Sungai Haihe di bawah naungan Kementerian Sumber Daya Air China pada Jumat (4/8).Periode hujan lebat yang dimulai sejak 28 Juli tersebut menyebabkan ketinggian air di 21 sungai di Cekungan Sungai Haihe melewati ambang batas peringatan, dengan delapan di antaranya mengalami banjir terparah dalam data yang pernah dicatat.Curah hujan kumulatif di cekungan sungai seluas 320.000 km persegi itu mencapai 43,2 miliar meter kubik air dalam kurun waktu empat hari, sehingga rata-rata ketinggian air mencapai 135 mm, kata Yang Bang, seorang pejabat dari komisi tersebut yang mengutip analisis awal.Menurut Yang, rata-rata curah hujan tahunan di Cekungan Sungai Haihe adalah 525 mm, yang berarti daerah tersebut kali ini menerima seperempat dari curah hujan tahunan dalam kurun waktu empat hari itu. Menurut data, pada 1963, cekungan sungai tersebut mencatat curah hujan 60 miliar meter kubik dalam hujan badai yang berlangsung selama sepekan.Cekungan Sungai Haihe tergolong padat penduduk dan melibatkan banyak kota berukuran besar dan sedang, termasuk Beijing, Tianjin, Shijiazhuang, Tangshan, and Qinhuangdao.Han Ruiguang, wakil direktur di komisi tersebut, mengatakan bahwa karena banjir bergerak dari hulu dan tengah menuju hilir, fokus utama saat ini adalah membiarkan air mengalir ke Laut Bohai dengan aman. Pejabat itu pun menuturkan bahwa komisi tersebut akan menyusun skema yang sesuai dengan departemen-departemen terkait serta memantau situasi dengan cermat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan China ungkap evolusi organ makan pada gajah purba
Indonesia
•
02 Dec 2023

Laporan: Ketidakstabilan siklus air picu bencana iklim global pada 2025
Indonesia
•
14 Jan 2026

Tim ilmuwan Antarktika peroleh informasi penting guna pelajari rahasia iklim yang krusial
Indonesia
•
01 Feb 2024

Studi: Aktivitas yang menstimulasi mental saat rehat miliki kaitan dengan otak yang lebih sehat
Indonesia
•
23 Dec 2024


Berita Terbaru

Badai dan kekeringan percepat perputaran biomassa di hutan Amazon
Indonesia
•
25 May 2026

Protein tau pertahankan ingatan jangka panjang, tawarkan pengobatan demensia
Indonesia
•
25 May 2026

Feature – Bayi panda raksasa Rio siap diperkenalkan ke publik mulai akhir Mei
Indonesia
•
24 May 2026

Kaya umbi-umbian, masyarakat Indonesia bisa nikmati mi non-terigu yang sehat
Indonesia
•
24 May 2026
