“Business Connect” perkuat hubungan Indonesia-Djibouti

“Business Connect” perkuat hubungan Indonesia-Djibouti
Djibouti-Indonesia. (Indonesia Window)

Jakarta (Indonesia Window) – Dua tahun setelah merdeka, Djibouti membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia pada 1979, dan selanjutnya berkembang pesat.

Pada tahun 2018 nilai perdagangan bilateral kedua negara 211,5 juta dolar AS (1 dolar AS=14.090 rupiah) dengan surplus bagi Indonesia senilai 99 persen.

Terletak di tanduk Afrika dan berbatasan langsung dengan Laut Merah mejadikan Djibouti sangat  penting bagi Indonesia dan negara lain di dunia sebagai pintu masuk utama ekspor ke banyak negara Afrika timur, terutama Ethiopia.

Guna memperkuat hubungan dan meningkatkan kerja sama dengan negara berpenduduk hamper satu juta jiwa tersebut, Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur,  baru-baru ini meluncurkan Indonesia-Djibouti Business Connect (IDBC) di Djibouti, demikian dikutip dari situs jejaring Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Sabtu.

Peluncuran IDBC dilakukan pada seminar Indonesia Economic Update yang diselenggarakan Kedutaan Besar RI di Addis Ababa bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Djibouti di Kota Djibouti pada Kamis (19/11).

“IDBC adalah sebuah wadah komunikasi dan informasi cepat yang menggalang konektivitas dan eksekusi kerjasama ekonomi melalui aplikasi sosial media secara real time,” kata Duta Besar Al Busyra.

Dia menambahkan, IDBC yang digagas oleh KBRI Addis Ababa menghubungkan pengusaha Djibouti dan Indonesia serta KBRI Addis Ababa selama 24 jam sehari dan tujuh hari sepekan.

IDBC diluncurkan karena sebagian besar pengusaha Indonesia dan Djibouti belum mengenal baik satu sama lain mengenai potensi kerja sama ekonomi yang bisa mereka kembangkan.

Seminar itu dihadiri sekitar 50 orang pengusaha Djibouti, termasuk Ketua Kamar Dagang Djibouti Youssouf Moussa Dawaleh, dan pengusaha dan mantan Menteri Djibouti Badoul Hassan.

Tiga pengusaha Indonesia juga mengikuti seminar ekonomi tersebut melalui video conference.

Mereka adalah Nusolahardo dari PT Behaestex; Kemas Achmad Mujoko dari PT Rahasia Dana Berkelanjutan, dan Tan Yanto Hendrawan dari CV Banjar Usaha Sukses.

Acara ini juga disiarkan live streaming dan diikuti oleh pengusaha Indonesia di berbagai daerah di tanah air.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here