
Pakar Thailand sebut China mainkan peran signifikan dan multifaset dalam APEC

Foto dari udara yang diabadikan pada 23 Februari 2023 ini menunjukkan lokasi pembangunan jalur kereta China-Thailand di Provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand. (Xinhua/Wang Teng)
Belt and Road Initiative (BRI) dinilai menjadi sebuah contoh proyek signifikan yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan kerja sama ekonomi di seluruh kawasan Asia-Pasifik dan sekitarnya.
Bangkok, Thailand (Xinhua) – Sebagai perekonomian terbesar kedua sekaligus negara berkembang terbesar di dunia, China memainkan peran yang signifikan dan multifaset dalam Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC) dan integrasi ekonomi yang lebih luas, seperti disampaikan Montri Mahaplerkpong, Wakil Ketua Federasi Industri Thailand (Federation of Thai Industries/FTI)."Saya yakin seluruh 21 perekonomian anggota APEC dapat menjalin kolaborasi erat dengan mencari titik temu sembari mengesampingkan perbedaan," tutur Montri, yang juga menjabat sebagai anggota bergilir Dewan Penasihat Bisnis APEC (APEC Business Advisory Council/ABAC) Thailand, dalam sebuah wawancara dengan Xinhua belum lama ini.Montri menyatakan bahwa APEC telah menjadi sebuah platform yang penting di kawasan Asia-Pasifik sejak didirikan lebih dari 30 tahun yang lalu, dan berbagai upaya kolaboratif di antara perekonomian-perekonomian APEC sangat penting untuk mencapai tujuan bersama, yang menekankan pada promosi kesetaraan, keberlanjutan, dan penciptaan peluang, seiring dengan dunia memasuki periode baru turbulensi dan perubahan."Dengan berpegang pada tujuan untuk menggerakkan APEC secara bersama-sama, baik di perekonomian berskala besar, kecil, maupun menengah, kita memiliki banyak ruang di dunia untuk memajukan ekonomi secara bersama-sama, selama kita memiliki kemauan untuk menjadikannya lebih baik," kata Montri.Dia menambahkan bahwa China telah aktif berpartisipasi dalam agenda APEC dan membagikan peluang pembangunannya dengan semua negara di kawasan tersebut. Melalui Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI), China telah menghimpun kekuatan untuk pembangunan bersama negara-negara Asia-Pasifik.Montri menyebut BRI sebagai sebuah contoh proyek signifikan yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan kerja sama ekonomi di seluruh kawasan Asia-Pasifik dan sekitarnya. BRI juga berpotensi untuk menstimulasi pembangunan ekonomi di negara-negara partisipan.Jalur kereta China-Thailand akan menyuntikkan dorongan baru ke dalam pembangunan perekonomian dan transportasi Thailand, saat konstruksinya rampung, imbuhnya."Bagi Thailand, konektivitas fisik mungkin hanya sebuah bagian dari BRI. Saya yakin konektivitas digital tidak hanya akan memberikan manfaat kepada perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga usaha kecil dan menengah (UKM) dalam jangka panjang mengingat hal itu membuka berbagai peluang bagi semua orang," kata penasihat bisnis terkemuka Thailand tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kawasan bekas industri perfilman picu kreativitas di Chongqing, China
Indonesia
•
22 Nov 2022

RCEP dan FTA bilateral dongkrak pertumbuhan ekonomi Kamboja
Indonesia
•
21 Jun 2024

Hannover Messe 2024 Jerman resmi dibuka, fokus pada keberlanjutan industri
Indonesia
•
23 Apr 2024

Uni Eropa pertimbangkan larangan minyak Rusia karena minyak melonjak
Indonesia
•
22 Mar 2022


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
