BBM naik, biaya harian mobil ‘hybrid’ China bisa kurang dari Rp14 ribu

Para pengunjung mengamati sebuah mobil Chery Tiggo 8 buatan China dalam ajang Pameran Otomotif & Aksesori Bucharest (Bucharest Auto Show & Accessories) ke-22 di Bucharest, Rumania, pada 7 Oktober 2025. Acara tersebut berlangsung pada 7-12 Oktober 2025, menampilkan sekitar 30 perusahaan internasional yang memamerkan berbagai kendaraan konvensional, 'hybrid', dan listrik. (Xinhua/Cristian Cristel)

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Beberapa merek asal China menawarkan lini kendaraan energi baru mereka, baik listrik murni maupun hybrid, sebagai alternatif kendaraan dengan biaya operasional yang lebih terjangkau di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi belum lama ini.

Chery Indonesia mengklaim dua mobil hybrid andalannya, Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH, menawarkan biaya operasional harian yang sangat terjangkau. Dalam simulasi yang dilakukan belum lama ini, perjalanan harian pulang-pergi sejauh 40 kilometer hanya membutuhkan biaya kurang dari 14.000 rupiah saat kendaraan dijalankan sepenuhnya dalam mode listrik.

Untuk perjalanan luar kota yang lebih jauh, biaya yang dibutuhkan kurang dari 160.000 rupiah untuk perjalanan sejauh 240 kilometer. Biayanya bisa turun hingga separuhnya jika kendaraan dijalankan sepenuhnya dalam mode listrik, dengan catatan pengendara melakukan pengisian daya berkala di tengah perjalanan sehingga mobil tidak menggunakan bensin sama sekali.

Dalam simulasi penggunaan hingga 1.200 kilometer per bulan, total biaya energi untuk Tiggo 8 CSH diperkirakan sekitar 568.909 rupiah, sedangkan Tiggo 9 CSH sekitar 392.199 rupiah. Nominal tersebut jauh lebih murah dibandingkan biaya kendaraan bensin konvensional yang umumnya akan melebihi 1 juta rupiah.

"Melalui Chery Super Hybrid, kami ingin menunjukkan bahwa efisiensi dan fleksibilitas dapat berjalan beriringan. Konsumen tidak perlu memilih antara kendaraan yang hemat dan kendaraan yang mampu mendukung berbagai kebutuhan perjalanan. Kami menghadirkan teknologi yang memungkinkan keduanya hadir dalam satu pengalaman berkendara," kata Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania dalam keterangannya.

Sementara itu, iCAR, submerek Chery untuk kendaraan listrik, mengklaim penghematan biaya energi dari penggunaan kendaraan listriknya bisa mencapai 1 juta rupiah per bulan. Dalam simulasi yang dilakukan perusahaan belum lama ini, SUV listrik semi-offroad iCAR V23 tipe Y RWD membutuhkan biaya pengisian daya hanya 153.000 rupiah per bulan dengan asumsi perjalanan harian 30 kilometer di kondisi lalu lintas perkotaan. Sebagai perbandingan, kendaraan bermesin bensin dengan konsumsi rata-rata 12 km per liter membutuhkan biaya sekitar 1,2 juta rupiah per bulan untuk menempuh jarak yang sama.

"Menariknya, penghematan tersebut dapat dinikmati tanpa harus mengorbankan hal-hal yang selama ini menjadi daya tarik sebuah SUV. Pengguna tetap mendapatkan desain yang berkarakter, posisi berkendara yang tinggi khas SUV, pengalaman berkendara yang menyenangkan, hingga fleksibilitas modifikasi yang menjadi salah satu keunggulan iCAR V23 dibandingkan banyak kendaraan listrik lainnya," kata Product Planning Manager iCAR Indonesia, Tommy Hermansyah.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait