Bank Sentral Brasil beri sinyal berakhirnya siklus pengetatan moneter

Foto yang diabadikan pada 16 November 2024 ini menunjukkan sebuah instalasi di dekat poster-poster G20 di Rio de Janeiro, Brasil. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 (Group of 20/G20) ke-19 dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 19 November di Rio de Janeiro. (Xinhua/Wang Tiancong)
Bank Sentral Brasil memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan Selic negara itu tetap di angka 15 persen, menandai berakhirnya tujuh kali kenaikan berturut-turut sejak September 2024.
Sao Paulo, Brasil (Xinhua/Indonesia Window) – Bank Sentral Brasil pada Rabu (30/7) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan Selic negara itu tetap di angka 15 persen, menandai berakhirnya tujuh kali kenaikan berturut-turut sejak September 2024.Keputusan Komite Kebijakan Moneter, yang terdiri dari para direktur bank sentral itu, bersifat bulat dan selaras dengan ekspektasi pasar yang luas.Dalam pernyataannya, komite tersebut menegaskan kembali perlunya kehati-hatian mengingat "ketidakpastian yang tinggi" dalam lingkungan ekonomi saat ini. Sambil mengisyaratkan berakhirnya kenaikan suku bunga, komite itu mengindikasikan akan memantau dampak kumulatif dari penyesuaian moneter sebelumnya untuk mengembalikan inflasi ke target.Komite itu menegaskan bahwa mereka akan tetap waspada dan bahwa langkah-langkah kebijakan moneter di masa mendatang dapat disesuaikan. Komite itu tidak akan ragu untuk melanjutkan siklus pengetatan jika dianggap perlu, demikian bunyi pernyataan tersebut.Pernyataan itu menyatakan bahwa perekonomian Brasil saat ini menunjukkan ketahanan, dengan ketatnya pasar tenaga kerja yang terus berlanjut. Namun, defisit fiskal yang melebar dan fluktuasi nilai tukar tetap menjadi faktor risiko potensial, dan target pengelolaan inflasi belum sepenuhnya tercapai. Lebih lanjut, perlambatan pertumbuhan ekonomi global, ancaman tarif, dan fluktuasi harga komoditas dapat menyebabkan deflasi impor.Mengenai dampak tarif terbaru Amerika Serikat (AS) terhadap produk-produk Brasil, bank sentral Brasil akan memberikan "perhatian khusus" terhadap ketidakpastian yang mungkin ditimbulkan oleh tarif ini terhadap perekonomian Brasil, khususnya dampak potensialnya terhadap harga dan perdagangan luar negeri.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Swiss prioritaskan Indonesia dalam program kerja sama 2021-2024
Indonesia
•
12 Aug 2021

Minyak turun karena kekhawatiran ekonomi global dan larangan minyak Rusia
Indonesia
•
09 May 2022

Aktivitas pabrik Asia melambat karena krisis Ukraina dan tekanan inflasi
Indonesia
•
01 Apr 2022

Siemens Healthineers akan perluas litbang dan produksi di Shenzhen China
Indonesia
•
23 May 2023
Berita Terbaru

Kunjungan turis China ke Indonesia capai 1,34 juta, naik 12 persen pada 2025
Indonesia
•
03 Feb 2026

Nilai perdagangan Indonesia-China naik 13 persen pada 2025
Indonesia
•
03 Feb 2026

OPEC+ tahan lagi produksi minyak dunia hingga Maret 2026, pasar global masih ditinjau
Indonesia
•
02 Feb 2026

Feature – NEV, produk elektronik, hingga aksesori kecil, produk Guangdong tarik perhatian di Indonesia
Indonesia
•
01 Feb 2026
