
Konstruksi bandara yang diinvestasikan China di Kamboja capai 63 persen

Foto yang diabadikan pada 3 April 2022 ini menunjukkan struktur baja Bandar Udara Internasional Siem Reap Angkor yang diinvestasikan China di Distrik Sotr Nikum, sekitar 40 kilometer dari Taman Arkeologi Angkor yang terdaftar di UNESCO dan 50 kilometer dari ibu kota Provinsi Siem Reap, Kamboja. (Xinhua/Ly Lay)
Bandara Internasional Siem Reap Angkor merupakan bandar udara internasional level 4E dengan landasan pacu sepanjang 3.600 meter yang dapat mengakomodasi pendaratan semua jenis pesawat.
Phnom Penh, Kamboja (Xinhua) – Sejauh ini, 63 persen pekerjaan konstruksi untuk sebuah bandar udara (bandara) internasional yang diinvestasikan China di Provinsi Siem Reap, Kamboja barat laut, telah rampung, demikian menurut sebuah pernyataan pers pada Senin (9/1).Pernyataan tersebut dirilis setelah pertemuan tahunan Komite Pengarah Pembangunan Bandar Udara Internasional Siem Reap Angkor yang dipimpin oleh Tekreth Samrach, Sekretaris Negara di Dewan Menteri Kamboja.Bandar Udara Internasional Siem Reap Angkor diinvestasikan oleh Angkor International Airport Investment (Cambodia) Co., Ltd., sebuah afiliasi dari Yunnan Investment Holding Group Co., Ltd. China.Pekerjaan untuk proyek itu dimulai pada Maret 2020."Per 31 Desember 2022, konstruksi bandara mencapai 63 persen, dan perusahaan tersebut berkomitmen untuk mencapai 90 persen pada akhir Maret 2023," bunyi pernyataan itu.Berbicara pada pertemuan yang digelar di lokasi proyek itu, Samrach mengapresiasi perusahaan tersebut atas komitmen tinggi mereka terhadap keberhasilan proyek tersebut meski menghadapi masa-masa sulit akibat pandemik COVID-19."Pihak perusahaan berhasil melewati masa tersulit dalam pelaksanaan proyek ini," ujarnya. "Bandara ini diperkirakan dapat dioperasikan pada Oktober 2023."Mencakup lahan seluas 700 hektare, Bandara Internasional Siem Reap Angkor terletak di Distrik Sotr Nikum, sekitar 40 km dari Taman Arkeologi Angkor yang terdaftar di UNESCO dan 50 km dari ibu kota Provinsi Siem Reap.
Sejumlah wisatawan mengunjungi Angkor Wat di Taman Arkeologi Angkor yang berlokasi di Provinsi Siem Reap, Kamboja, pada 17 Desember 2022. (Xinhua/Van Pov)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Toko daring China kian populer di kalangan masyarakat Finlandia
Indonesia
•
23 Mar 2024

Minyak naik, OPEC peringatkan pasokan ketat dan sanksi lanjutan Rusia
Indonesia
•
12 Apr 2022

Harga minyak Asia naik 2 dolar tertekan krisis Ukraina dan pasar ketat
Indonesia
•
21 Mar 2022

China akan terbitkan uang koin dan kertas baru untuk sambut 2024
Indonesia
•
15 Dec 2023


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
