
Ilmuwan ungkap peta sel terperinci dari otak manusia dan primata nonmanusia

Gambar ini menunjukkan apa yang disebut sebagai "atlas otak", yang dipublikasikan oleh majalah MIT Technology Review pada 12 Oktober 2023 dalam artikel berjudul "Ilmuwan berhasil menyusun peta yang sangat terperinci dari otak manusia" (Scientists just drafted an incredibly detailed map of the human brain) di situs webnya. (Xinhua/Wellcome Collection/MITTR/Stephanie Arnett)
Atlas sel otak manusia dan otak primata nonmanusia menawarkan sebuah fondasi untuk merancang terapi-terapi baru yang dapat menargetkan sel-sel dan sirkuit otak tertentu yang terlibat dalam gangguan otak.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Sekelompok ilmuwan internasional berhasil memetakan susunan genetik, seluler, dan struktural otak manusia dan otak primata nonmanusia dalam sebuah kompendium makalah yang dipublikasikan pada Kamis (12/10).Sebanyak 24 makalah dipublikasikan dalam jurnal Science, Science Advances, dan Science Translational Medicine, merinci keragaman sel yang sangat kompleks di otak manusia dan otak primata nonmanusia.Studi tersebut mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam susunan sel serta pengaturan gen di dalam otak manusia dan otak primata nonmanusia.Menurut Institut Kesehatan Nasional (National Institutes of Health/NIH) Amerika Serikat (AS), pemahaman tentang struktur otak ini memungkinkan pengetahuan yang lebih mendalam tentang dasar-dasar seluler dari fungsi dan disfungsi otak, yang akan membantu membuka jalan untuk generasi baru terapi presisi bagi penderita gangguan mental dan kelainan otak lainnya."Memetakan lanskap seluler otak merupakan sebuah langkah penting untuk memahami bagaimana organ vital ini bekerja saat tubuh sehat dan sakit," kata Joshua A. Gordon, direktur Institut Kesehatan Mental Nasional AS."Atlas sel terperinci baru dari otak manusia dan otak primata nonmanusia ini menawarkan sebuah fondasi untuk merancang terapi-terapi baru yang dapat menargetkan sel-sel dan sirkuit otak tertentu yang terlibat dalam gangguan otak," imbuh Gordon.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tes darah dapat deteksi kanker pada orang dengan 'gejala nonspesifik'
Indonesia
•
05 Jan 2022

COVID-19 - Tahap dua uji vaksin Rusia selesai 3 Agustus
Indonesia
•
18 Jul 2020

Stasiun pemancar 5G canggih diluncurkan di Gunung Qomolangma
Indonesia
•
29 Apr 2024

Lubang bor batu bara di Australia lepaskan emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar
Indonesia
•
05 Sep 2025


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
