
AS kerahkan 3.500 marinir ke Timur Tengah di tengah perang melawan Iran

Asap membubung setelah ledakan terdengar di Teheran, Iran, pada 28 Maret 2026. (Xinhua/Shadati)
Pelaut dan marinir AS yang menaiki USS Tripoli (LHA 7) tiba di area tanggung jawab Komando Pusat AS di Timur Tengah.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/3) mengumumkan bahwa satuan tugas yang terdiri atas 3.500 marinir dan pelaut tiba di Timur Tengah pada Jumat (27/3).
"Pelaut dan marinir AS yang menaiki USS Tripoli (LHA 7) tiba di area tanggung jawab Komando Pusat AS pada 27 Maret," kata CENTCOM dalam unggahan singkat di platform media sosial X.
Kapal serbu amfibi kelas Amerika tersebut berfungsi sebagai kapal utama bagi Grup Siaga Amfibi Tripoli (Tripoli Amphibious Ready Group) atau Unit Ekspedisi Marinir (Marine Expeditionary Unit/MEU) ke-31, yang terdiri dari sekitar 3.500 pelaut dan marinir, serta pesawat angkut dan pesawat tempur penyerang dan aset taktis dan serbu amfibi, kata CENTCOM dalam unggahan itu.
Kedatangan tersebut merupakan bagian dari peningkatan kekuatan militer AS yang lebih luas sehubungan dengan perang yang sedang berlangsung dengan Iran. Pasukan amfibi memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan berbasis laut maupun operasi darat, lapor portal berita daring ynetnews.com pada Sabtu (28/3), seraya menambahkan bahwa unit semacam itu biasanya digunakan untuk pengerahan cepat, termasuk mengamankan lokasi strategis, evakuasi, atau potensi serangan terhadap target pesisir.
The Wall Street Journal pada Kamis (26/3) melaporkan bahwa Pentagon sedang mempertimbangkan pengerahan hingga 10.000 pasukan darat tambahan ke Timur Tengah untuk memberi Presiden AS Donald Trump lebih banyak opsi militer selain jalur diplomasi.
Pasukan tersebut, yang kemungkinan akan mencakup infanteri dan kendaraan lapis baja, akan bergabung dengan sekitar 5.000 marinir dan ribuan pasukan terjun payung dari Divisi Lintas Udara ke-82 yang telah dikerahkan ke daerah tersebut, menurut laporan tersebut mengutip pejabat Departemen Perang AS.
Belum jelas di mana tepatnya pasukan tersebut akan ditempatkan di Timur Tengah, tetapi mereka diperkirakan akan berada dalam jangkauan untuk menyerang Iran dan Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak penting, tambah laporan itu.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

100.000 anak Lebanon terancam gagal masuk sekolah akibat dampak perang
Indonesia
•
03 Jul 2026

Sidang kepemilikan senjata Hunter Biden dibuka, tarik perhatian nasional di tahun pemilu
Indonesia
•
04 Jun 2024

Iran sebut Teheran dan Washington berupaya rampungkan MoU untuk akhiri perang
Indonesia
•
24 May 2026

Wawancara – AS manfaatkan Filipina dan isu Laut China Selatan untuk redam China
Indonesia
•
20 Dec 2023


Berita Terbaru

Telaah – Tiga tahun berlalu: Gaza hancur, 74.000 lebih tewas, mengapa perdamaian masih jauh?
Indonesia
•
08 Oct 2026

3 tahun berlalu, Israel masih memburu pelaku 7 Oktober: 2.000 orang disebut masih hidup
Indonesia
•
07 Oct 2026

Dari warisan apartheid hingga politik ras, ini sumber ketegangan AS–Afsel
Indonesia
•
07 Oct 2026

Pembongkaran bangunan di Yerusalem Timur catatkan rekor pengungsi terbanyak
Indonesia
•
07 Oct 2026
