
Trump suarakan kekecewaannya terhadap Putin dan mulai kehilangan kesabaran

Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam konferensi pers tahunannya di Moskow, Rusia, pada 19 Desember 2024. (Xinhua/Cao Yang)
AS akan memasok senjata ke Ukraina melalui NATO, termasuk sistem rudal Patriot, dengan pengirimannya akan segera dilakukan.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampaknya mulai kehilangan kesabaran terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dan menyuarakan kekecewaannya pada Senin (14/7), beberapa jam usai mengancam akan menjatuhkan "tarif yang sangat berat" kepada Rusia.Saya kecewa dengan dirinya, namun saya belum selesai dengannya. Tetapi, saya kecewa padanya," ungkap Trump kepada BBC dalam sebuah sesi wawancara.Beberapa jam sebelumnya, dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) Mark Rutte di Oval Office, Trump memperingatkan, "Kami akan menerapkan tarif yang sangat berat" jika kesepakatan gencatan senjata dengan Ukraina tidak dicapai dalam 50 hari.Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick kemudian mengklarifikasi bahwa hal yang dimaksud Trump sebenarnya adalah "sanksi ekonomi" saat dirinya mengancam akan menjatuhkan "tarif sekunder" terhadap Rusia, lapor The Washington Times.Trump juga menyampaikan kepada Rutte bahwa AS akan memasok senjata ke Ukraina melalui NATO, termasuk sistem rudal Patriot, dengan pengirimannya akan segera dilakukan.Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X usai pembicaraan via sambungan telepon dengan Trump, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan rasa terima kasihnya atas "kesediaan Trump untuk mendukung Ukraina" dan memuji kuatnya hubungan mereka.Ini bukan pertama kalinya Trump mengungkapkan kekecewaannya terhadap Putin atas krisis Ukraina, kendati dia mengklaim bahwa dirinya memiliki hubungan yang baik dengan pemimpin Rusia tersebut. Pada awal Juli, setelah melakukan percakapan telepon dengan Putin, Trump mengatakan kepada awak media, "Saya tidak membuat kemajuan sama sekali dengan dirinya hari ini," sembari menambahkan, "Saya tidak senang dengan hal itu."Trump, yang dalam kampanyenya berjanji akan mengakhiri konflik di Ukraina dalam waktu 24 jam, telah mengadakan beberapa pembicaraan dengan Putin sejak menjabat sebagai presiden AS. Namun hingga kini, upayanya untuk menekan pemimpin Rusia tersebut belum membuahkan kesepakatan gencatan senjata.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Norwegia, Irlandia, dan Spanyol akui secara resmi Negara Palestina
Indonesia
•
23 May 2024

Trump jadi presiden AS pertama yang dimakzulkan dua kali
Indonesia
•
14 Jan 2021

Ayatollah Khamenei tewas dalam serangan AS, Israel
Indonesia
•
01 Mar 2026

China umumkan pembatasan visa bagi personel AS atas intervensi urusan Hong Kong
Indonesia
•
11 Dec 2024


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
