
Aksi kekerasan senjata di AS capai tonggak sejarah suram dalam 3 tahun beruntun

Para pejalan kaki berjalan melewati tanda zona bebas senjata di dekat Times Square di New York, Amerika Serikat, pada 1 September 2022. (Xinhua/Michael Nagle)
Aksi kekerasan senjata di AS yang memakan banyak korban mencapai 610 insiden pada 2020 dan 690 insiden pada 2021, menurut data The Gun Violence Archive (GVA).
New York City, AS (Xinhua) – Ketika insiden penembakan itu berakhir dan lima jenazah dievakuasi dari sebuah bar gay di Colorado yang menjadi zona pembantaian oleh seorang pria bersenjata, statistik suram lainnya kembali dirilis, yang mengungkapkan bahwa ini merupakan tahun ketiga beruntun terjadi lebih dari 600 aksi penembakan yang memakan banyak korban di Amerika Serikat (AS), seperti dilaporkan NBC News pada Senin (21/11).Angka tersebut dicatat oleh The Gun Violence Archive (GVA), sebuah organisasi nirlaba yang melacak penyebaran aksi penembakan, atau apa yang disebut sebagai penyakit Amerika, dan yang mendefinisikan penembakan massal sebagai sebuah insiden di mana setidaknya empat orang tertembak, tidak termasuk orang yang memegang senjata, menurut laporan itu.Aksi kekerasan senjata yang mematikan pada Sabtu (19/11) di Club Q di Colorado Springs tersebut merupakan insiden ke-601 pada 2022, menurut kelompok itu. GVA memasukkan semua jenis penembakan dalam analisisnya termasuk kekerasan dalam rumah tangga, aksi penembakan di rumah pribadi, kekerasan geng, dan lainnya.GVA mencatat 610 aksi penembakan yang memakan banyak korban pada 2020 dan 690 penembakan pada tahun lalu, ketika pandemik sudah mereda dan laju kekerasan mematikan meningkat di seantero AS. Organisasi itu menghitung aksi penembakan massal sejak 2014, yang waktu itu mencatat sebanyak 273 aksi penembakan."Kisah yang sama, tahun yang berbeda," kata Christopher Herrmann, asisten profesor di John Jay College of Criminal Justice di New York City, seraya menambahkan bahwa hal itu "sangat memilukan."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

LSM China ungkap pelanggaran HAM yang dilakukan AS
Indonesia
•
09 Aug 2022

The Hill: AS butuh pengeluaran yang cerdas untuk hindari paradoks perawatan kesehatan
Indonesia
•
14 Jun 2023

UNICEF: Hampir setiap anak di dunia terdampak gelombang panas pada 2050
Indonesia
•
26 Oct 2022

Feature – Perjuangan pengungsi Palestina bertahan hidup di tengah gencarnya serangan Israel di Gaza
Indonesia
•
16 Oct 2024


Berita Terbaru

Badan Pengawas Obat AS tarik hampir 90.000 botol ibuprofen anak secara nasional
Indonesia
•
21 Mar 2026

Angka kematian anak balita turun lebih dari setengahnya sejak tahun 2000
Indonesia
•
19 Mar 2026

Idul Fitri 1447H – Warga Afghanistan bersiap sambut Idul Fitri di tengah sanksi dan kemiskinan
Indonesia
•
19 Mar 2026

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026
