7.250 orang diselamatkan dari reruntuhan selama perang 40 hari di Iran

Seorang pemuda membersihkan puing-puing bangunan yang hancur di Teheran, Iran, pada 4 Maret 2026. (Xinhua/Shadati)

Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Lebih dari 7.250 orang berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup dari reruntuhan di Iran selama perang 40 hari yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel, kata seorang pejabat penyelamatan Iran.

Kepala Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) Pirhossein Kolivand menyampaikan hal itu dalam sebuah upacara di Teheran pada Kamis (1/10), saat organisasi tersebut menerima kendaraan dan peralatan baru untuk operasi penyelamatan dan bantuan, demikian dilaporkan Kantor Berita Buruh Iran (Iranian Labour News Agency/ILNA).

Kolivand mengaitkan keberhasilan penyelamatan tersebut dengan penggunaan peralatan modern dalam operasi.

Kolivand menyebut perkembangan armada dan peralatan IRCS dalam beberapa tahun terakhir sebagai sesuatu yang "belum pernah terjadi sebelumnya," seraya menambahkan bahwa organisasi tersebut memiliki lebih dari 6 juta anggota sukarelawan di seluruh negeri.

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan udara gabungan terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran. Iran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset AS di kawasan tersebut. Iran juga memperketat kendalinya atas Selat Hormuz.

Gencatan senjata sementara tercapai pada April, meski AS dan Iran masih saling melancarkan serangan beberapa kali setelahnya.

Berbicara dalam konferensi pers di New York pada akhir bulan lalu, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan bahwa lebih dari 5.000 orang, termasuk ratusan perempuan dan anak-anak, tewas akibat "agresi" AS dan Israel terhadap Iran.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait