40 teknologi disruptif ini berpotensi mengubah industri masa depan

Foto yang diabadikan pada 7 September 2026 ini memperlihatkan komponen-komponen utama untuk robot biomimetik di Pusat Inovasi Robot Biomimetik di Provinsi Jilin, China timur laut. (Xinhua/Xu Chang)

Guangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah lembaga penelitian China pada Ahad (1/11) merilis sebuah laporan prospek mengenai teknologi disruptif, yang memilih 40 teknologi dengan terobosan signifikan terkini.

Dalam upacara pembukaan Forum Sains Kawasan Teluk Besar (Greater Bay Area Science Forum) 2026 di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China Selatan, Institut Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China (Institute of Scientific and Technical Information of China/ISTIC) merilis Prospek Teknologi Disruptif (Disruptive Technology Outlook) 2026.

Sebanyak 40 teknologi ini mencakup lima bidang utama, yakni kecerdasan buatan (AI), teknologi informasi generasi berikutnya, kehidupan dan kesehatan, energi baru, material baru, serta manufaktur mutakhir. Semuanya menunjukkan terobosan signifikan terkini serta berpotensi memajukan inovasi disruptif di masa depan.

Sebagai contoh, batas-batas penerapan terapi mRNA terus berkembang pesat, dengan potensi untuk menyediakan strategi umum dalam pencegahan dan pengobatan berbagai penyakit.

Teknologi pengisian daya ultra-cepat untuk baterai daya juga dapat meningkatkan efisiensi serta pemanfaatan infrastruktur pengisian daya.

Seiring dengan berkembangnya teknologi-teknologi ini dan meluasnya skenario penerapan, teknologi-teknologi tersebut terus mendorong munculnya industri-industri baru, model-model baru, dan pendorong pertumbuhan baru.

Proses seleksi tersebut mempertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat terobosan teknologi terkini, tingkat kekritisan teknologi, serta dampak terhadap industri.

Sejak 2022, ISTIC menerbitkan laporan tahunan mengenai prospek teknologi disruptif.

Temuan-temuan penelitian terkait mendukung pengembangan inovatif dari teknologi mutakhir dan disruptif serta perencanaan berwawasan ke depan bagi industri-industri masa depan.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait