2 merek EV China resmi masuk Indonesia, SUV berteknologi baru dibanderol mulai 449 juta rupiah

Para pengunjung mendatangi stan merek otomotif China Leapmotor dalam 'press day' GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Indonesia Convention Exhibition di Tangerang, Provinsi Banten, pada 29 Juli 2026. GIIAS 2026 berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 dengan partisipasi lebih dari 60 merek otomotif global. (Xinhua/Agung Kuncahya B.)

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Dua pabrikan mobil asal China, Leapmotor dan Zeekr, resmi memasuki pasar otomotif dalam negeri dengan menghadirkan sederet pilihan mobil listrik (electric vehicle/EV) dalam pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Provinsi Banten, yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus.

"Kami ingin menghadirkan pilihan EV yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia, baik hari ini maupun di masa depan," kata Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor, yang merupakan mitra distributor Leapmotor di Indonesia.

Sebagai perkenalan, Leapmotor membawa dua model SUV, yakni B10 dan C10, yang dijual dengan harga khusus untuk 500 pemesan pertama, yakni 449 juta rupiah untuk B10 dan 598 juta rupiah untuk C10.

Sebagai komitmen jangka panjang di pasar domestik, Leapmotor melalui kemitraan dengan Indomobil juga akan merakit mobilnya secara lokal.

Merek asal China lainnya yang juga memulai debutnya di pameran GIIAS tahun ini adalah Zeekr, submerek Geely untuk segmen EV premium. Sebagai perkenalan, perusahaan membawa MPV premium Zeekr 009 dan SUV Zeekr 7X.

Kehadiran dua merek baru ini menambah deretan merek asal China yang ramai berekspansi ke pasar otomotif Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar menjadi pendorong pertumbuhan segmen kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV).

Bukan hanya debut merek baru, pameran GIIAS tahun ini juga menjadi kesempatan bagi merek-merek China lainnya untuk memperkenalkan lebih banyak pilihan NEV di pasar domestik.

Di samping kendaraan listrik murni, beberapa merek juga membawa kendaraan dengan teknologi range extender electric vehicle (REEV) yang masih belum banyak ditemui di jalanan Indonesia.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait