
1 dari 12 warga Selandia Baru pernah mengalami sekstorsi, riset ungkap dampaknya

Ilustrasi. (Jakub Żerdzicki on Unsplash)
Wellington, Selandia Baru (Xinhua/Indonesia Window) – Sebanyak 8 persen warga Selandia Baru pernah mengalami sekstorsi secara langsung, sementara 13 persen lainnya mengenal seseorang yang pernah mengalami hal itu, menurut riset yang dilakukan oleh organisasi keamanan daring Netsafe.
Riset itu menemukan bahwa 35 persen korban melaporkan dampak sedang hingga berat terhadap kesejahteraan mental mereka.
Temuan itu disampaikan saat Netsafe dan platform kesejahteraan digital Ignite Aotearoa meluncurkan program percontohan baru yang menyediakan konseling dan dukungan kesejahteraan gratis bagi para korban aksi kejahatan daring, ungkap Netsafe dalam sebuah pernyataan pada Rabu (7/10).
Semakin banyak warga Selandia Baru yang mengalami tekanan psikologis akibat sekstorsi daring, pelecehan berbasis gambar, dan aksi kejahatan yang difasilitasi teknologi, ujar pernyataan tersebut.
Program percontohan Digital Harm Support Pathway akan memberikan hingga tiga sesi konseling yang didanai penuh kepada para korban yang melaporkan aksi kejahatan daring serius melalui jaringan konselor profesional Ignite di seluruh negara tersebut, papar Netsafe.
CEO Netsafe Brent Carey menuturkan tim garis depan organisasinya semakin sering berhadapan langsung dengan dampak kemanusiaan akibat pelecehan daring, termasuk rasa takut, malu, dan kecemasan.
"Orang-orang mendatangi kami dengan ketakutan kalau gambar intim mereka akan dikirimkan kepada keluarga, teman, sekolah, atau tempat kerja mereka. Sebagian di antaranya diperas demi uang. Beberapa lainnya dikuntit atau gambar intimnya disebarkan tanpa persetujuan," ujar Carey, seperti dikutip pernyataan tersebut.
Analisis kasus Netsafe sebelumnya menunjukkan bahwa sekstorsi dapat mengakibatkan tekanan emosional berat, termasuk depresi dan pikiran untuk mengakhiri hidup, ungkap pernyataan tersebut.
Netsafe telah menerima 53.691 laporan aksi kejahatan daring dalam dua tahun hingga Maret 2026, atau lebih dari 2.000 laporan setiap bulannya, papar organisasi tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sempat buat kesalahan, atlet ‘freeski’ China Gu Ailing maju ke final ‘halfpipe’ putri Olimpiade Milan-Cortina
Indonesia
•
20 Feb 2026

PBB: Tahap pertama kampanye antipolio di Gaza tuntas, 560.000 anak telah divaksinasi
Indonesia
•
14 Sep 2024

Fokus Berita – China latih 1.254 guru dari negara ASEAN dengan mode ‘Bahasa Mandarin + Kejuruan’
Indonesia
•
04 Apr 2024

Biennale Jogja 2019 tampilkan karya seniman Taiwan
Indonesia
•
20 Oct 2019


Berita Terbaru

Dunia kekurangan 50 juta guru pada 2030, PBB serukan profesi guru lebih menarik
Indonesia
•
07 Oct 2026

Kasus kecelakaan libatkan remaja meningkat, Norwegia usul usia minimum pengendara skuter listrik 16 tahun
Indonesia
•
07 Oct 2026

Feature – 81 tahun berlalu, luka ‘comfort women’ masa Perang Dunia II di Filipina masih membekas
Indonesia
•
07 Oct 2026

Feature – Setelah kehilangan seorang anak, ayah ini tempuh 390 km demi menyelamatkan putrinya
Indonesia
•
07 Oct 2026
