
COVID-19 – China punya 13 jenis vaksin yang tersedia untuk ‘booster’ kedua

Seorang warga (kanan) menerima dosis vaksin COVID-19 hirup (inhalable) di sebuah pusat layanan kesehatan masyarakat di Distrik Tianxin, Changsha, Provinsi Hunan, China tengah, pada 22 Desember 2022. (Xinhua/Chen Sihan)
Vaksin untuk booster kedua di China tersedia dalam 13 jenis, dan memiliki karakteristik lebih resistan terhadap Omicron.
Beijing, China (Xinhua) – Sebanyak 13 jenis vaksin COVID-19, yang telah disetujui untuk pemasaran bersyarat atau penggunaan darurat, kini tersedia sebagai dosis penguat (booster) kedua di China, demikian menurut para pakar dari gugus tugas antarlembaga Dewan Negara China untuk respons COVID-19.Vaksin-vaksin yang resistan terhadap Omicron lebih banyak diambil dalam memilih dosis booster kedua, kata para pakar dari mekanisme pencegahan dan pengendalian bersama Dewan Negara China untuk COVID-19.Hingga Jumat (23/12), lebih dari 3,46 miliar dosis vaksin COVID-19 telah diberikan di China Daratan, dengan lebih dari 90 persen populasi telah divaksinasi penuh.Tingkat antibodi akan turun seiring waktu setelah vaksinasi, sebut para pakar, sembari menambahkan bahwa mutasi virus juga dapat menyebabkan penghindaran imun yang lebih kuat, membuat antibodi menjadi kurang efektif.Studi menunjukkan bahwa mendapatkan suntikan booster dapat mengaktifkan sel-sel memori imunologis dalam tubuh penerima vaksin dan menaikkan tingkat antibodi, sehingga dapat lebih memperkuat pencegahan terhadap penyakit parah dan kematian, ujar para pakar.Mereka menyarankan orang-orang yang memenuhi syarat yang belum menerima suntikan booster untuk sesegera mungkin mendapatkannya agar memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap virus tersebut.Kelompok populasi dengan risiko infeksi yang tinggi, orang-orang berusia 60 tahun ke atas, orang-orang dengan kondisi kesehatan bawaan yang serius, dan mereka yang memiliki imunitas rendah dianjurkan untuk menerima suntikan booster kedua enam bulan setelah booster pertama.Mereka yang telah menerima tiga dosis vaksin nonaktif dapat memilih jenis vaksin yang berbeda, yang telah direkomendasikan oleh pemerintah, untuk booster kedua, yaitu vaksin protein rekombinan, vaksin vektor adenovirus, atau vaksin vektor virus influenza, urai para pakar.Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Center for Disease Control and Prevention/CDC) China telah melakukan pemantauan efek samping dari vaksin COVID-19 berdasarkan 3,4 miliar lebih inokulasi yang telah diberikan kepada lebih dari 1,3 miliar orang.Hasil pemantauan menunjukkan bahwa tingkat kejadian efek samping dari vaksin COVID-19 serupa dengan vaksin umum lainnya, dan tingkat kejadian efek samping untuk warga lanjut usia sedikit lebih rendah dibandingkan tingkat kejadian pada kaum muda.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Olimpiade Musim Dingin Milan‑Cortina ditutup, China torehkan hasil terbaik di gelaran luar negeri
Indonesia
•
23 Feb 2026

Sempat buat kesalahan, atlet ‘freeski’ China Gu Ailing maju ke final ‘halfpipe’ putri Olimpiade Milan-Cortina
Indonesia
•
20 Feb 2026

Telaah - Apa yang Mendorong ‘Pengungsi TikTok’ AS Beralih ke Aplikasi China RedNote?
Indonesia
•
17 Jan 2025

Studi: Memiliki ponsel pintar di usia sebelum dewasa berkaitan dengan penurunan kondisi kesehatan
Indonesia
•
02 Dec 2025


Berita Terbaru

Meta dan YouTube dinyatakan bertanggung jawab terkait kecanduan media sosial di AS
Indonesia
•
27 Mar 2026

Menuju Olimpiade Los Angeles 2028: Atlet transgender dilarang ikut kompetisi perempuan
Indonesia
•
27 Mar 2026

Queensland di Australia akan larang anak di bawah 16 tahun kendarai perangkat ‘e-mobility’
Indonesia
•
25 Mar 2026

Badan Pengawas Obat AS tarik hampir 90.000 botol ibuprofen anak secara nasional
Indonesia
•
21 Mar 2026
