Tempe semakin populer di Afrika Selatan

Tempe semakin populer di Afrika Selatan
Tempe semakin populer di Afrika Selatan dan menjadi menu favorit bagi para vegetarian, sehingga produk olahan kedelai itu kini semakin banyak ditemui di toko-toko pangan. (Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Tempe semakin populer di Afrika Selatan dan menjadi menu favorit bagi para vegetarian, sehingga produk olahan kedelai itu kini semakin banyak ditemui di toko-toko pangan.

Namun demikian, tempe masih menjadi konsumsi kelompok menengah ke atas karena harganya yang cukup mahal dibandingkan bahan makanan lainnya, menurut pernyataan dari Konsulat Jenderal RI di Cape Town yang diterima di Jakarta, Kamis.

Koki asal Cape Town, Pete Goffe-Wood, yang juga juri acara kompetisi masak dunia, MasterChef SA (South Africa), mengatakan bahwa di antara makanan Indonesia yang pernah disantapnya, tempe adalah salah satu favoritnya.

Menurut dia, tidak seperi tahu yang juga terbuat dari kedelai, tempe memiliki tekstur yang memudahkannya untuk diolah menjadi berbagai jenis masakan.

Selain itu, tempe memiliki kandungan gizi yang tinggi, menjadikannya sebagai salah satu pilihan makanan sehat, imbuhnya.

Koki Goffe-Wood hadir dalam acara Indonesian Culinary Specialities yang diselenggarakan oleh KJRI Cape Town dan didukung oleh Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) Johannesburg di Kitchen Collective Cape Town pada Selasa (29/9).

Berbagai menu berbahan dasar tempe menjadi bintang di acara demo masak tersebut, yang dihadiri oleh 20 koki profesional, food bloggers dan jurnalis makanan di Cape Town.

“Melalui demo masak ini KJRI bermaksud mempromosikan produk-produk Indonesia seperti Kara, Indomie dan Tempehsa kepada masyarakat di Cape Town,” ujar Konsul Jenderal RI di Cape Town, Mohamad Siradj Parwito.

Dia menambahkan, sebagian besar masyarakat di Cape Town belum mengetahui makanan apa saja yang bisa dibuat dari tempe.

“Tidak hanya mempromosikan kelezatan kuliner Indonesia, tapi kita juga menggabungkan cita rasa kuliner lokal yang sudah diolah secara fusion, sehingga mudah diterima oleh masyarakat setempat,” ujar Konjen Siradj.

Koki Indonesia, Edwin Hadiansyah, pada acara tersebut menyajikan ragam kuliner Indonesia seperti tempe mendoan, sate tempe, indomie goreng seafood, dan indomie kuah santan daging burung unta.

Sementara itu, koki Goffe-Wood menyajikan ragam kuliner fusion, yakni bobotie rasa tempe dan nasi kuning, biltong rasa tempe ‘crostini’ dengan saus keju, tandoori tempe dengan acar timun, tempe bakar ala Maroko dengan cous cous, dan peri peri tempeh dengan saus yogurt.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here