
Australia desak perusahaan media sosial untuk lebih serius perangi ekstremisme

Petugas forensik kepolisian bekerja di kompleks gereja tempat terjadinya serangan penikaman di Sydney, Australia, pada 16 April 2024. (Xinhua/Liang Youchang)
Teknologi tidak dapat lepas dari supremasi hukum, sementara kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan membuat radikalisasi menjadi lebih mudah dan lebih cepat.
Canberra, Australia (Xinhua) – Pejabat tinggi intelijen dan kepolisian Australia menuduh perusahaan-perusahaan media sosial memicu disinformasi dan ekstremisme.Direktur Jenderal Organisasi Intelijen Keamanan Australia (Australian Security Intelligence Organisation/ASIO) Mike Burgess dan Komisaris Kepolisian Federal Australia (Australian Federal Police/AFP) Reece Kershaw pada Rabu (24/4) mendesak perusahaan-perusahaan media sosial untuk lebih serius menindak ekstremisme dan melacak pelaku kriminal.
Petugas forensik kepolisian bekerja di kompleks gereja tempat terjadinya serangan penikaman di Sydney, Australia, pada 16 April 2024. (Xinhua/Liang Youchang)
Foto yang diabadikan pada 16 April 2024 ini memperlihatkan tempat berduka untuk para korban serangan di Westfield Bondi Junction Shopping Center di depan University of Sydney Quadrangle di Sydney, Australia. (Xinhua/Xie Zihan)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi sebut Jerman terancam alami kerugian parah akibat perubahan iklim
Indonesia
•
07 Mar 2023

COVID-19 – Kematian meningkat di negara-negara Arab
Indonesia
•
15 Sep 2020

Feature – Ubah kendaraan militer jadi sumber listrik, pemuda Gaza nyalakan harapan di tengah kehancuran perang
Indonesia
•
04 Dec 2025

Lukisan "Dyson Sphere" menangkan medali perak “International Young Inventors”
Indonesia
•
27 Oct 2019


Berita Terbaru

Temu alumni program pelatihan China digelar di Jakarta, perkuat kerja sama Indonesia-China
Indonesia
•
13 Jun 2026

Ikon budaya pop asal China Labubu tampil dalam upacara pembukaan Piala Dunia 2026
Indonesia
•
13 Jun 2026

Main medsos 2 jam sehari bisa tingkatkan risiko depresi pada remaja, studi 10 tahun ungkap faktanya
Indonesia
•
13 Jun 2026

1,8 miliar orang di dunia kurang olahraga, WHO nilai china punya praktik yang efektif
Indonesia
•
12 Jun 2026
