TCTP Indonesia-China raup investasi baru Rp8,99 triliun, total komitmen lampaui Rp188 triliun

Foto dokumentasi menunjukkan staf Bea Cukai Hainan di China selatan sedang memeriksa buah kelapa dari Indonesia sebelum dikirim ke pasar China. (Xinhua)

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Republik Indonesia (RI) melaporkan adanya tambahan komitmen investasi baru senilai 500 juta dolar AS melalui kerangka kerja sama "Dua Negara, Taman Kembar" (Two Countries Twin Parks/TCTP) dengan China.

Dengan demikian, total komitmen nilai investasi yang terkumpul melalui TCTP kini sudah mencapai 10,5 miliar dolar AS.

*1 dolar AS = 17.988 rupiah

"Untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen, investasi adalah salah satu pendorong utama, khususnya di provinsi-provinsi yang terlibat dalam kerja sama TCTP," kata Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian RI Ali Murtopo Simbolon dalam keterangan resminya pada Kamis (2/7).

Komitmen investasi tersebut merupakan salah satu capaian konkret yang dihasilkan dari pertemuan terbaru antara Kemenko Perekonomian RI, Kementerian Perdagangan China, dan Pemerintah Provinsi Fujian, di Fuzhou, China tenggara, pada akhir Mei lalu.

Nilai tersebut berasal dari penandatanganan 10 dokumen nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) oleh pelaku usaha dan institusi akademik dari kedua negara.

Investasi ini mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain biomedis dan uji klinis, keamanan data dan kecerdasan buatan (AI), perdagangan digital, manufaktur peralatan rumah tangga, kesehatan dan alat kesehatan, industri herbal, mobilitas kendaraan listrik, manufaktur sepeda motor listrik, elektronik konsumen, serta kerja sama akademik dan riset.

Sebelumnya, komitmen investasi senilai 10 miliar dolar AS dalam rangka kerja sama TCTP telah diumumkan dalam pertemuan di Jakarta pada awal tahun ini.

Selain mengamankan komitmen investasi baru, pertemuan ini juga mengevaluasi perkembangan implementasi TCTP dan menyepakati langkah-langkah percepatan program prioritas kerja sama kedua negara.

Beberapa kesepakatan itu di antaranya adalah percepatan penyelesaian proyek unggulan kerja sama antara China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), perluasan cakupan kawasan TCTP, percepatan finalisasi Peta Jalan (Roadmap) TCTP 2026, reaktivasi contact point atau window TCTP di Fuzhou, peningkatan akses pasar produk ekspor Indonesia ke China, serta penguatan konektivitas logistik dan pariwisata.

Pertemuan itu juga membahas peluang pembukaan akses pasar bagi komoditas unggulan Indonesia, termasuk durian segar dan kelapa, penjajakan rute pelayaran langsung antara Provinsi Fujian dan kawasan TCTP Indonesia, serta pengembangan inisiatif ‘Twin Parks plus Tourism Economy’ untuk memperkuat sinergi kawasan industri dan pariwisata.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait