
Pakar Malaysia sebut ASEAN dukung China atasi kelesuan ekonomi global

Foto dari udara yang diabadikan pada 11 Mei 2023 ini menunjukkan sebuah pusat distribusi peti kemas jalur kereta di Kota Qinzhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua/Zhang Ailin)
Tantangan ekonomi global saat ini membutuhkan China sebagai pemimpin karena memiliki kapasitas produksi dan pasar konsumen yang besar, dan diperkirakan akan berhasil melewati ketidakpastian global yang berkepanjangan termasuk berbagai gangguan, melemahnya permintaan, inflasi tinggi, dan berbagai masalah lainnya.
Kuala Lumpur, Malaysia (Xinhua) – Ekonomi-ekonomi di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mendukung China untuk memimpin dalam mengatasi berbagai tantangan ekonomi global saat ini, kata seorang pakar Malaysia kepada Xinhua dalam sesi wawancara baru-baru ini.China, dengan kapasitas produksi dan pasar konsumennya yang besar, diperkirakan akan berhasil melewati ketidakpastian global yang berkepanjangan termasuk berbagai gangguan, melemahnya permintaan, inflasi tinggi, dan berbagai masalah lainnya, sebut Lee Heng Guie, direktur eksekutif Pusat Penelitian Sosial-Ekonomi (Socio-Economic Research Center), sebuah wadah pemikir.Berfokus pada Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) dan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership/CPTPP), Lee mengatakan bahwa program-program ini telah menyediakan kerangka kerja untuk integrasi yang lebih baik dan mendorong para pihak untuk memanfaatkannya."Kita bisa melihat bahwa RCEP dan CPTPP ini merupakan platform bagi seluruh ekonomi regional ... untuk memperluas ekspor barang dan jasa serta untuk mendorong lebih banyak investasi," ujarnya.
Orang-orang mengunjungi Galeri CAFTA & RCEP dalam ajang China-ASEAN Expo ke-19 di Nanning, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, pada 19 September 2022. (Xinhua/Zhou Hua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Bundesbank prediksi ekonomi Jerman berpotensi resesi pada Q1 2024
Indonesia
•
21 Feb 2024

IEA: Eropa berpotensi alami kekurangan gas pada 2023
Indonesia
•
04 Nov 2022

Utang luar negeri Indonesia Mei 2025 tumbuh melambat
Indonesia
•
15 Jul 2025

Italia perkirakan pertumbuhan PDB 1,2 persen di tahun 2023
Indonesia
•
07 Jun 2023


Berita Terbaru

PM Albanese sebut pasokan bahan bakar Australia akan semakin sulit dalam beberapa bulan mendatang
Indonesia
•
27 Mar 2026

Netflix jajaki pasar Rusia lagi, mulai dari pendaftaran merek dagang
Indonesia
•
27 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak negara untuk redam dampak ketegangan Timur Tengah
Indonesia
•
27 Mar 2026

Harga bahan bakar di Kamboja terus naik saat konflik masih berlanjut di Timur Tengah
Indonesia
•
27 Mar 2026
